TribunTimur/

Wisata Sulsel

Nikmatnya Jalangkote Ada Pada Sambalnya, Yuk Kenali Sejarahnya

SeMirip dengan pastel. Perbedaannya terletak pada kulitnya. Kulit Pastel biasanya lebih tebal dibandingkan dengan jalangkote.

Nikmatnya Jalangkote Ada Pada Sambalnya, Yuk Kenali Sejarahnya
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA ISLAMIAH
Melia Jalangkote 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah kota Makassar menetapkan 10 ikon kuliner tradisional khas Makassar.

 Satu di antaranya adalah Jalangkote.

Catatan sejarah yang dihimpun Dinas Pariwisata Makassar melalui Bidang Destinasi, beberapa waktu lalu, menyebutkan, Jalangkote' ini merupakan salah satu jenis jajanan khas Makassar. 

Jalangkote berasal dari kata 'jalang' yang berarti jalan dan “kote’” yang berarti berkotek-kotek atau teriak. 

Jalangkote’ dulunya dijajakan oleh anak kecil yang berjualan keliling dari rumah ke rumah sambil berjalan kaki. 

Jalangkote khas Kedai 191 Watampone, Kabupaten Bone
Jalangkote (justang/tribunbone.com)
Suasana pembuatan jalangkote yang menjadi viral di sosial media di warung Santika, Jl Toddopuli VII, Manggala, Makassar, Selasa (30/5).
Suasana pembuatan jalangkote yang menjadi viral di sosial media di warung Santika, Jl Toddopuli VII, Manggala, Makassar, Selasa (30/5). (Sanovra JR/Tribun Timur)

Hal inilah yang menyebabkan makanan ini disebut jalangkote.

Sekilas, jajanan ini mirip dengan pastel. Perbedaannya terletak pada kulitnya. Kulit Pastel biasanya lebih tebal dibandingkan dengan jalangkote. 

Awalnya isian jalangkote adalah daging cincang yang ditumis bersama potongan ubi jalar putih yang dipotong kecil berbentuk dadu dan toge. 

Kunci kenikmatan jalangkote’ terletak pada sambalnya yang terbuat dari air cuka, air sisa tumisan isian Jalangkote’, bawang putih, gula, cabe besar untuk memberikan warna, dan cabai kecil untuk sensasi rasa pedas. (*)

 
 

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help