TribunTimur/

Kasus Aborsi di Majene Libatkan Dua Petugas Medis, Ini Kisahnya

Kasus tersebut terungkap setelah sebelumnya anggota Polres Majene melakukan pengintaian atau penyidik

Kasus Aborsi di Majene Libatkan Dua Petugas Medis, Ini Kisahnya
nurhadi/tribunsulbar.com
Penggalian makam bayi aborsi di Rangas, Majene tepat di belakang gudang bulog. 

TRIBUNMAJENE.COM, MAJENE - Kepolisian Resort (Polres) Majene, berhasil mengungkap kasus dugaan aborsi dan pelaku pengubur bayi yang terjadi di Kelurahan Rangas, Kecamtan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar, pada tanggal 19 Oktober 2017 malam.

Kasus tersebut terungkap setelah sebelumnya anggota Polres Majene melakukan pengintaian atau penyidikan dilokasi yang diduga sebagai tempat kejadian perkara di belakang rumah warga atau tepat di belakang gudang Bulog Majene.

Kapolres Mamuju AKBP Asri Effendy mengatakan, atas kasus tersebut pihaknya telah menetapkan tiga tersangka atas kasus tersebut, masing-masing ibu bayi tersebut yang berinisial IN dan dua tenaga medis yang berinisial RD dan IL.

"Berdasarkan alat bukti yang ada, kita berhasil mengamankan dan menetapkan tiga tersangka. Yang pertama IN ibu janin, dan dua tenaga medis yang membantu proses aborsi berinisial RD dan LL. Keduanya tenaga medis yang punya keahlian medis dan punya akses ke obat-obatan," kata AKBP Asri Effendy, dalam rilisnya, Jumat (20/10/2017).

"Dua tenaga medis tersebut punya peran berbeda saat melakukan dugaan aborsi. RD membantu saat proses dugaan aborsi sementara LL yang memberikan obat. dan dugaan aborsi ini dilakukan didua tempat berbeda," ujar Asri menambahkan.

Lebih lanjut Asri menjelaskan, RD telah memberikan obat di rumah Rangas. Kemudian pada saat kontraksi atau sakit IN yang diketahui telah bekerja disalah satu tempat hiburan malam telah dibawa ke rumah RD di Lembang. dan janin keluar di rumah RD Kemudian dibawa dan dikubur di Rangas.

Asri mengatakan, ketiga tersangka saat telah ditahan di Mapolres Majene untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan saat ini personil Polres masih melakukan pengejaran terhadap salah seorang yang diduga terlibat dalam kasus aborsi ini. Termasuk pacar korban yang berinisial RS.

"Akibat perbuatannya, tiga tersangka dijerat pasal berlapis. yakni pasal 342 subsider 341 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," jelas perwira Polisi berpangkat dua bungan itu.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help