TribunTimur/

Kenalkan, Marwiah, Mahasiswi Asal Majene Sulbar Jadi Lulusan Terbaik di IPB

Marwiah selesai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dengan predikat cumlaude pada jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen.

Kenalkan, Marwiah, Mahasiswi Asal Majene Sulbar Jadi Lulusan Terbaik di IPB
handover
Marwiah, warga Lingkungan Puawang, Kelurahan Baruga Dua, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulbar menjadi lulusan terbaik di Intitut Pertanian Bogor (IPB). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAJENE - Wanita kelahiran Kabupaten Majene, Sulbar, menjadi lulusan terbaik di Intitut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat, Rabu (18/10/2017).

Adalah Marwiah (21), putri dari pasangan suami istri Hasan dan Husni. Ia merupakan warga Lingkungan Puawang, Kelurahan Baruga Dua, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Marwiah selesai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dengan predikat cumlaude pada jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia, IPB.

Ata prestasinya itu, Maya sapaan akrab Marwiah, mendapat penghargaan prestasi akademik program pendidikan Sarjana dari Rektor IPB, Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto.

Alumni SMA Negeri 1 Majene tahun 2013 itu, berhasil menjadi seorang lulusan terbaik dari 652 wisudawan dengan judul skripsi "Faktor-faktor yang Memengaruhi Output Kelentingan Keluarga Korban Bencana Banjir Bandang Garut di Nonhunian Sementara".

Saat dikonfirmasi TribunSulbar.com, Maya mengatakan, ia tertarik dengan konsentrasi Ilmu Keluarga dan Konsumen karena menurutnya keluarga merupakan permulaan dari pembangunan peradaban manusia.

"Dengan banyaknya masalah dan tantangan di zaman sekarang, seiring juga dengan banyaknya hal yang mencemaskan dengan berbagai masalah sosial, sehingga saya menilai jawabannya adalah “back to family”," kata Maya via WhatsApp, Kamis (19/10/2017) malam.

Ia mengatakan, keluarga seharusnya menjadi basis pengambilan kebijakan oleh pemerintah karena hal tersebut sangat fundamental dan bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari.

"Hal ini membuat saya termotivasi untuk belajar lebih jauh lagi. Oleh karena itu, saya berencana untuk mencari beasiswa untuk melanjutkan S2. Ilmu yang saya pelajari di Departemen IKK merupakan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Maya berharap, prestasi yang ia dapatkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Majene untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan tidak pernah minder karena alasan lahir dari daerah pelosok.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help