opini

Kebohongan Dwi Hartanto dan Verifikasi Jurnalis

Pada kasus DW, awak media terlena dengan pernyataan DW sehingga lalai melakukan verfikasi ulang data dan fakta.

Kebohongan Dwi Hartanto dan Verifikasi Jurnalis
handover
Andi Fadli 

Oleh: Andi Fadli
Dosen Komunikasi Jurnalistik UIN Alauddin, Mantan Ketua AJI Kota Makassar, mantan Wartawan TransTV

Dwi Hartanto (DW), mahasiswa doktoral di Technische Universiteit Deflt Belanda, beberapa pekan terakhir ramai diperbincangkan di Indonesia. Itu karena kebohongannya mengenai prestasinya di bidang antariksa akhirnya terbongkar.

Padahal sebelumnya khalayak sebagai konsumen media yang menyebarkan pesan telah percaya tentang DW yang diberitakan memiliki prestasi luar biasa.

Bahkan ada media yang menjulukinya sebagai the next BJ Habibie. Karena klaim kehebatannya itulah, DW pun sempat diundang menjadi narasumber pada talkshow yang disiarkan sebuah media penyiaran.

Dwi Hartanto dan BJ. Habibie. (Foto: Dok. Pribadi Dwi Hartanto)
Dwi Hartanto dan BJ. Habibie. (Foto: Dok. Pribadi Dwi Hartanto) ()

Terbongkarnya kebohongan DW dan media yang begitu mudah percaya dengan klaim DW, bukanlah kasus baru dalam jurnalistik. Namun kejadian ini menunjukkan sebagian pekerja media tersebut tidak melakukan verifikasi atas klaim DW.

Padahal pekerjaan mendasar seorang jurnalis adalah selalu melakukan verifikasi terkait informasi yang disampaikan narasumbernya.

Pada kasus DW, media terlena dengan pernyataan DW sehingga lalai melakukan verfikasi ulang data dan fakta. Parahnya lagi, beberapa di antara media bahkan terkesan ikut-ikutan karena menilai media mainstream lebih duluan memuat atau menayangkan (menyiarkan) berita tersebut.

BACA JUGA: Ngaku Punya Segudang Prestasi, Kebohongan Dwi Hartanto Akhirnya Terkuak

Alasan media kredibel biasanya mempertaruhkan nama besar, akhirnya jebol dan jadilah ikut-ikutan menyiarkan atau menayangkan tanpa melakukan verifikasi awal.

Pada kasus ini, DW telah membuat bualan. Menyusun cerita seolah-olah benar. Padahal hanya imajinasi semata DW.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help