TribunTimur/

MTC Karebosi Transformasi ke e-Commerce

Pelanggan kini tak mau repot dengan batasan waktu belanja saat jam operasional toko. Konsumen tak mau repot antre saat membayar

MTC Karebosi Transformasi ke e-Commerce
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Pengunjung memperlihatkan Aplikasi Karebosi Ritel Aku di smartphonenya saat berada di Makassar Trade Center (MTC) Karebosi, Makassar, Senin (21/8/2017). Aplikasi belanja online ini diluncurkan PT Tosan Permai Lestari selaku manajemen pusat perbelanjaan MTC Karebosi guna mempermudah warga belanja tanpa harus datang langsung ke tokonya. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--  SENIN, 16 Oktober 2017, bagi owner, direksi, serta manajemen PT Tosan Permai Lestari, akan jadi malam yang dikenang panjang.

Bukan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-14 belaka, seremoni ini jadi moment transformasi cara berbisnis pengelola dan tenant MTC dan Karebosi Condotel dari model konvensional ke strategi digital.

Jika peringatan ulang tahun 13 tahun sebelumnya, sebatas silaturahim, sambutan dari owner, kesan dari relasi, atau peluncuran produk jasa baru, dan pembagian door prize, namun tadi malam, seremoni itu ada semacam declaration speech, dari generasi kedua pengelola bisnis ini.

Jika sebelumnya, perintis kelompok usaha jasa dan ritel ini diberi waktu berbicara maka, semalam, giliran Djafar Basri, Direktur PT Tosan Permai Lestari, menyampaikan rencana strategis masa depan bisnis ritel modernnya di Makassar.

Djafar bercerita, kala MTC Karebosi hadir 14 tahun lalu, mereka adalah mal dengan konsep one stop shopping, sukses membranding MTC sebagai pusat belanja IT, elektronik terlengkap di Indonesia timur.

Namun, seiring bergeraknya model bisnis dari konvensional dan tradisional yang oleh Djafar diistilahkan “offline’, konsumen ternyata lebih memilih beralih ke cara bisnis online.

‘Pelanggan kini tak mau repot dengan batasan waktu belanja saat jam operasional toko. Konsumen tak mau repot antre saat membayar, pelanggan tak mau repot bawa pulang belanjaan mereka, mereka lelah dengan macet di jalan dan cari tempat parkir di mal. Pelanggan ingin simpel, ini belanjaannya diantar ke rumah," ujar Djafar, memaparkan perubahan mendasar konsumen era digital.

Di era belanja offline, jelasnya, penjual dan paritelah yang menentukan cara belanja, cara pembayaran dan revenue. Tapi di era online, sebaliknya pelanggan jadi penentu,

“Karena fenomena inilah, Ramayana, menutup belasan tokonya. Pusat belanja IT dan sandang Roxy square , Pasar Glodok sebagai pusat belanja elektronik terbesar di Asean, justru ditinggalkan para tenant dan pelanggannya?”

Saat Djafar menyampaikan ‘declaration speech” sebagai momentum transformasi usaha ke digital, e-commerce, sekitar 900-an tetamu, yang menghadiri seremoni peringatan HUT ke-14 di Grand Ballroom Lt 6 Karebosi Condotel, Jl Jenderal M Jusuf No.1, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, menyimak.

Halaman
123
Penulis: Hasrul
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help