TribunTimur/

Regulasi Perjalanan Umrah yang Aman Bakal Dibahas di D'Maleo, Ini Jadwalnya

Diskusi publik digelar sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat khususnya bagi para jamaah agar tidak dirugikan oleh travel nakal

Regulasi Perjalanan Umrah yang Aman Bakal Dibahas di D'Maleo, Ini Jadwalnya
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA ISLAMIAH
Forum Pemerhati, Edukasi, dan Perlindungan Jamaah Umrah dan Haji (Forum Peduli Jauhari) bersama asosiasi penyelenggara haji dan umrah meliputi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Sulampua, Kesatuan Travel Haji dan Umrah (Kesthuri) Sulsel, dan Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) bakal mengadakan Diskusi Publik di Hotel D'Maleo Makassar, Jl Pelita Raya pada 26 Oktober mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Forum Pemerhati, Edukasi, dan Perlindungan Jamaah Umrah dan Haji (Forum Peduli Jauhari) bersama asosiasi penyelenggara haji dan umrah meliputi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Sulampua, Kesatuan Travel Haji dan Umrah (Kesthuri) Sulsel, dan Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) bakal mengadakan Diskusi Publik di Hotel D'Maleo Makassar, Jl Pelita Raya pada 26 Oktober mendatang.

Pelaksanaan Dialog Publik akan membahas tentang regulasi perjalanan umrah yang aman dan nyaman.

Menurut Ketua Forum Peduli Jauhari Agussalim Rahman, diskusi publik digelar sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat khususnya bagi para jamaah agar tidak dirugikan oleh pelaku usaha travel yang selama ini banyak meresahkan.

"Jadi kami akan menghadirkan para stakeholder untuk bersama-sama melakukan diskusi. Diskusi publik ini digelar untuk menghasilkan sebuah kesepahaman para stakeholder sebagai bahan menyusun regulasi guna menjadikan perjalanan umrah yang aman dan nyaman," ujar Agussalim dalam Konferensi Pers Diskusi Publik Menata Regulasi Perjalanan dan Haji Khusus yang Aman dan Nyaman di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Senin (16/10/2017).

Stakeholder terkait meliputi komisi VIII DPR RI, Kementerian Agama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepolisian, penyelenggara, asosiasi dan akademisi.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Umum Amphuri M Nurhayat menambahkan, dialog publik sebagai wadah untuk membicarakan berbagai hal terkait perjalanan umrah, juga menjadi momentum sosialisasi dari pemerintah tentang regulasi penyelenggaraan ibadah umrah yang aman.

"Akan dibahas pula berbagai modus biro perjalanan yang nakal. Belajar dari kasus First Travel di Jakarta, saat ini merambah ke daerah. Sudah enam perusahaan travel dilaporkan ke Polda Sulsel karena tidak memberangkatkan jamaahnya. Kami juga mengundang masyarakat yang mempunyai masalah terkait perjalanan umrah, boleh datang untuk kita membahas bersama solusi dan langkah antisipasinya," katanya.

Ikut hadir dalam konferensi pers Ketua Bidang Kemitraan Kesthuri H Alimuddin Beddu dan Sekretaris Umum Kesthuri Syafran Radjab. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help