TribunTimur/

Kasus Sewa Lahan Negara di Buloa

Bersaksi di Pengadilan Tipikor, Wali Kota Makassar: Saya Disposisikan ke Sekda

Danny Pomanto membeberkan seputar proyek pembebasan lahan di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Bersaksi di Pengadilan Tipikor, Wali Kota Makassar: Saya Disposisikan ke Sekda
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menjadi saksi dalam kasus korupsi sewa lahan Buloa yang berlangsung di Ruang Sidang Tipikor Harifin A Tumpa, Pengadilan Negeri, Makassar, Senin (16/10/2017). Kasus korupsi lahan buloa menghabiskan uang Negara Rp 500 juta dengan terdakwa Asisten I pemkod Makassar, Sabri. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --- Wali Kota Makassar, Danny Pomanto membeberkan seputar proyek pembebasan lahan di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Di dalam persidangan Danny sapaan akrabnya mengaku pernah menerima permitaan PT Pelindo untuk mediasi pemilik lahan guna kepentingan akses jalan masuk ke lokasi proyek Makassar New Port.

"Ada tiga surat permintaan. Pertama soal permintaan anggaran. Kedua permintaan agar Pemkot konfirmasi, jadi saya disposisi ke Sekda dan Bappeda. Dan permintaan akses jalan masuk ke lokasi,"kata Danny.

Danny mengaku mendelegasikan surat tersebut ke Sekda karena dinilai mempunyai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) untuk menangani seputar soal itu.

Ia juga tidak mengetahui apakah setelah mendelegasikan Sekda untuk membantu PT Pelindo dalam mediasi akses jalan menuju proyek itu, selanjutnya didisposikan ke Asisten 1.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan, M Sabri ditetapkan sebagai terdakwa karena diduga ikut memediasi seoalah olah mengatasnamakan Pemkot.

"Saya tidak tahu (Apaka sekda mendisposisikan lagi ke Asisten 1l , saya tidak pernah menanyakan,"kata Danny Pomanto. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help