TribunTimur/

VIDEO: Jangkar Raksasa, Bukti Orang Selayar Pelaut Ulung

Padang dipilih sebagai perkampungan karena letaknya yang terlindung oleh dua musim, sehingga menawarkan tempat berlabuh dan nyaman.

TRIBUNSELAYAR.COM, PADANG - Kepulauan Selayar tidak hanya terkenal dengan wisata alamnya, tapi juga dengan benda benda bersejarah.

Seperti di Dusun Padang, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bonto Haru, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, terdapat benda bersejarah yakni dua buah jangkar raksasa.

Satu jangkar berukuran 236 cm dengan panjang lengkungan 117 cm dan lingkar batang 80 cm.

Jangkar kedua panjangnya 229 cm, panjang lengkungan 117 cm lingkar batang 60 cm.

Sejarah jangkar raksasa ini ketika sejumlah pedagang Cina pertama yang tinggal menetap di Padang pada awal abad ke 19, tepatnya tahun 1837.

Mereka adalah Tjoa Lesang ( Baba Lasang). Dia adalah anak perkawinan silang Cina Belanda dan seorang muslim.

Padang dipilih sebagai perkampungan karena letaknya yang terlindung oleh dua musim, sehingga menawarkan tempat berlabuh dan nyaman.

Pada tahun 1855 Tjoa Lesang dan Kwee Ong Hi Ong dan dua orang Makassar yaitu Dg Bangu dan Supu mendominasi perdagangan di Padang.

Pedagang Cina di Padang diizinkan mendirikan pelabuhan masuk untuk perdagangan antara Makassar dan Indonesia Timur, bahkan menjadi penyuplai dunia.

Mereka mencarter kapal untuk berdagang di bagiam Timur Nusantara. Lalu Lintas dagang padang menjadi beragam mulai dari eboni, madu dan kulit bahkan mereka juga mengontrol impor tekstil dari Erofa.

Kemungkinan jangkar raksasa ini adalah milik kapal-kapal KPM yang karam di Padang.

Penulis: Nurwahidah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help