TribunTimur/

Program Smart Parking Didemo, ini Penjelasan Dirut PD Parkir

Dalam aksinya, para demonstrans menilai program smart parking tidak mensejahterahkan jukir.

Program Smart Parking Didemo, ini Penjelasan Dirut PD Parkir
Petugas mendata kendaraan dalam sistem parkir online di sejumlah restoran di Kecamatan Ujung Pandang, kota Makassar, Kamis (12/10). Tahap awal sebanyak 54 titik parkir yang sudah memulai smart parking ini yang pembayaran jasa parkir yang terintegrasi melalui sistem pemugutan retribusi parkir.tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kantor Balaikota Makassar kembali di sambangi oleh seumlah demonstran. Demonstran itu mengatasnamakan Serikat Juru Parkir Makassar.

Dalam aksinya, para demonstrans menilai  program smart parking tidak mensejahterahkan jukir.

Terkait dengan hal tersebut, Dirut PD Parkir Makassar, Irianto Ahmad mengaku bahwa sistem di PD Parkir termasuk smart parking justeru memberikan kebaikan bagi jukir dan pemerintah.

Irianto menyebutkan pemberian reward kepada jukir menggunakan sistem shering yakni 60 persen jukir, dan 40 persen di setor ke PD Parkir Makassar.

Olehnya itu kata Irianto, sangat salah jika ada istilah memberatkan para jukir saat menyetor retribusi parkir, pasalnya mereka mendapatkan lebih dari apa yang disetor ke PD Parkir.

Selain itu, reward yang diterima itu disesuaikan dengan kendaraan yang dilayani oleh jukir itu sendiri.

"Jadi dari sisih mana yang dikatakan merugikan, " kata Irianto.

Lanjut dia, besar harapannya program jasa parkir di PD Parkir Makassar untuk memberi kebaikan kepada jukir itu sendiri.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help