TribunTimur/

Nikmati Uang Korupsi, Ini Hukuman untuk Kepala Dusun Bado-bado Maros

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar yang dipimpin langsung Bonar Hariandja menyatakan terdakwa terbukti bersalah

Nikmati Uang Korupsi, Ini Hukuman untuk Kepala Dusun Bado-bado Maros
kompas.com
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kepala Dusun Bado bado, Kabupaten Maros, Abdul Rasyid dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar yang dipimpin langsung Bonar Hariandja menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat 1 undang undang tipikor.

"Abdu Rasyid dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta dan subsider iga bulan kurungan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin, Jumat (13/10/2017).

Selain itu, dalam putusanya juga terdakwa dikenakan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 473 Juta dengan subsider enam bulan kurungan penjara.

Kepala Dusun Bado Bado merupakan salah satu dari sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Ke delapan tersangka lainya adalah Kepala BPN Kabupaten Maros, Andi Nuzulia. Hamka (Kepala Sub Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah). Hartawan Tahir (Kasubsi Pendaftaran).

Muhtar (Juru Ukur), dan Hijaz Zainuddin (mantan Kasi Survey Pengukuran dan Pentaan Kota). Camat Mandai Maros, Machmud Osman, dan seorang Kepala UPTD Maros, St Rabiah.

Para tersangka diduga terlibat dalam proyek yang menimbulkan mark up atau penggelembungan anggaran. Dimana seharusnya Rp 168 Miliar menjadi Rp 520 miliar.

Hal itu terjadi karena harga di lokasi lahan tersebut terbilang murah, yakni Rp 200 ribu permeter dengan total luas lahan 60 hektar.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help