TribunTimur/

Survei Indikator: 2 Nama Ini Paling Diunggulkan Jadi Cawapres Jokowi. Salah Satunya Masih di Penjara

Pada survei ini, responden ditanya tentang siapa yang paling pantas mendampingi Jokowi selaku presiden petahana pada Pemilu 2019.

Survei Indikator: 2 Nama Ini Paling Diunggulkan Jadi Cawapres Jokowi. Salah Satunya Masih di Penjara
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Wapres Jusuf Kalla (tengah) dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) memberi hormat pada Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten Kamis (5/10/2017). Perayaan HUT ke-72 TNI mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat.(ANTARA FOTO/SETPRES/AGUS SUPARTO) 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Pemilu Serentak 2019, baik Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), akan digelar pada Rabu, 17 April 2019. Hal itu telah disepakati antara Pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, dan penyelenggara pemilu.

Meski masih masih sekitar dua tahun lagi, sejumlah lembaga telah melakukan survei. Salah satunya lembaga survei Indikator Politik Indonesia.

Lembaga ini mensurvei tentang siapa yang paling pantas mendampingi Jokowi selaku presiden petahana pada Pemilu 2019. Survei diadakan pada 17-24 September 2017.

Dan hasilnya, ada dua nama yang paling diunggulkann yakni Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ada 16 nama calon wakil yang diberikan sebagai opsi. Ahok mendapatkan 16 persen suara responden, paling tinggi di antara nama-nama lain dalam survei itu.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dilansir dari Kompas.com, menilai bahwa tingginya elektabilitas Ahok itu tidak lepas dari pengalaman Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012-2014.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Rabu (11/10/2017).(KOMPAS.com/IHSANUDDIN)
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Rabu (11/10/2017).(KOMPAS.com/IHSANUDDIN) 

Menurut Burhan, masih banyak masyarakat yang ingin melihat duet itu terjadi di skala nasional meskipun Ahok menjadi terpidana kasus penistaan agama.

"Ahok, meskipun masih di penjara, tetap nomor satu," kata Burhanuddin saat merilis hasil survei di kantornya, di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana 2 tahun penjara. Basuki Tjahaja Purnama dan kuasa hukumnya menyatakan banding. (POOL / KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). (POOL / KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO) ()

Adapun Gatot berada di tempat kedua dengan angka 10 persen. Burhanuddin menduga, tingginya elektabilitas Gatot sebagai cawapres Jokowi tidak terlepas dari manuvernya sebagai Panglima TNI belakangan ini.

"Pak Gatot banyak manuvernya untuk naikkan awareness, supaya dikenal," ujar Burhanuddin.

Halaman
12
Editor: Sakinah Sudin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help