TribunTimur/

Smart Parking Danny Pomanto Disebut Program Eksploitasi Keringat Jukir

Konsep tersebut kemudian ditolak oleh Serikat Juru Parkir Makassar (SJPM)

Smart Parking Danny Pomanto Disebut Program Eksploitasi Keringat Jukir
Petugas mendata kendaraan dalam sistem parkir online di sejumlah restoran di Kecamatan Ujung Pandang, kota Makassar, Kamis (12/10). Tahap awal sebanyak 54 titik parkir yang sudah memulai smart parking ini yang pembayaran jasa parkir yang terintegrasi melalui sistem pemugutan retribusi parkir.tribun timur/muhammad abdiwan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Konsep Smart Parking yang digagas Pemkot Makassar dinilai akan bisa menutup pendapatan Juru Parkir (Jukir).

Konsep tersebut kemudian ditolak oleh Serikat Juru Parkir Makassar (SJPM) melalui aksi di Kantor Balai Kota dan di Kantor DPRD Kota, Kamis (12/10/2017).

Salah satu orator SJPM pada aksi di DPRD Kota, Daeng Ngawing sebutkan, konsep Smart Parking itu bisa memutus mata rantai perekonomian para Jukir.

"Bayangkan saja jika sistem parkir di makassar diseleuruh titik dijalankan seperti itu, nasib dua ribu jukir ini mau dikemanakan," kata Daeng Ngawing.

Diketahui, konsep parkir modern saat ini mulai diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar secara bertahap di beberapa lokasi parkir di Makassar.

"Lalu anak kami yang sekolah dan kulaih itu mau bayar pakai apa, sebenarnya ini seperti mengeksploitasi keringat kami selama ini," lanjut Daeng Ngawing.

Tambah Daeng Ngawing, PD Parkir juga harusnya dibubarkan karena penyetoran parkir pertahunnya  bisa capai 14 Milyar, tapi tidak ada laporan.

Daeng Ngawing menjelaskan, selama ini Jukir menyetor ke PD Parkir tiap harinya sekitar Rp 20 Ribu sampai 60 ribu perhari.

"Ada 2000 jukir di makassar, Jika dikali perbulan lebih satu milyar, kali setahun sudah 14 milyar tapi disetor ke pemkot 1 milyar, 13 milyar kemana," jelasnya.

Sebelum aksi di DPRD Kota, puluhan massa SJPM mendatangi Balai Kota di Jl Ahmad Yani. Tapi, Wali Kota Danny Pomanto (DP), tidak berada di tempat.

Halaman
123
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help