TribunTimur/

Setahun Pascaputusan MA, Andi Idris Syukur Tak Kunjung Dieksekusi

Pengadilan menyatakan salinan putusan sudah dikirim ke Kejaksaan, sebaliknya Kejaksaan mengaku belum terima.

Setahun Pascaputusan MA, Andi Idris Syukur Tak Kunjung Dieksekusi
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Bupati Nonaktif Kabupaten Barru, Andi Idris Syukur, diperiksa selama 13 jam terkait dugaan kasus korupsi proyek patung Colliq Pujie, Senin (31/7/2017). Pemeriksaan ini berlangsung di Mapolsek Panakukang sejak Pukul 08.00 Wita hingga Pukul 21.00 Wita. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi mempertanyakan penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dan gratifikasi yang mendudukan mantan Bupati Barru, Idris Syukur.

Pasalnya, sudah hampir setahun Kejaksaan belum mengeksekusi penahanan mantan Bupati Barru, Idris Syukur pasca putusan bersalah diumumkah majelis hakim Mahkamah Agung (MA).

Terpidana justru dibiarkan bebas berkeliaran. "Saya kira soal kepastian hukum baik Pengadilan maupun Kejaksaan harus menyelesaikan kasus ini. Karena sudah tahap eksekusi, maka seyogyanya kedua lembaga ini berkordinasi," kata Direktur ACC Sulawesi, Abdul Muthalib.

ACC meminta Kejaksaan dan Pengadilan saling lempar tanggung jawab. Pengadilan menyatakan salinan putusan sudah dikirim ke Kejaksaan, sebaliknya Kejaksaan mengaku belum terima.

"Tentunya publik akan menilai pola pola seperti ini bisa menimbulkan friksi dan cenderung negatif. Jadi sebaiknya memang kedua pihak segera kordinasi menuntaskan kasus ini, demi kepentingan kepastian hukum bagi terpidana," tuturnya.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Barru mengaku belum berani menahan mantan orang nomor satu di Kabupaten Barru karena terkendala salinan putusan dari pegadilan. Padahal putusan terhadap Idris sudah dikeluarkan MA sejak 2016 tahun lalu.

"Eksekusi belum bisa kami tentukan kapan, karena salinan putusan belum kami terima. Kami masih menunggu salinan putusan," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Barru Erwin.

Erwin mengaku bilamana salinan putusan, maka Kejaksaan segera mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menahan Idris Syukur.

MA diketahui mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Barru, untuk kembali menghukum Bupati Barru (non-aktif) Andi Idris Syukur.

Idris dituntut 4 tahun 6 bulan berdasar Pasal 12e UU Tipikor tentang pemerasan dan pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang TPPU pada 1 Agustus 2016 lalu di Pengadilan Tipikor Makassar.

Di sidang tahun lalu yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Andi Cakra Alam, memvonis Idris Syukur hukuman penjara 4,5 tahun penjara. Slain itu, Idris Syukur didenda Rp 280 juta. Jumlah ini bertambah dari tuntutan JPU yang sebesar Rp 250 juta. Namun, Andi Idris Syukur tak ditahan.

Lalu, Idris mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Makassar. 22 Desember 2016 lalu. Hakim PT Makassar, kala itu memutus bebas Idris Syukur.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help