TribunTimur/

September 2017, LPS Likuidasi 82 Bank

Ferdinan D Purba menuturkan dari angka jumlah bank yang dilikuidasi sejak LPS berdiri hingga 2017 yang mencapai 81 bank.

September 2017, LPS Likuidasi 82 Bank
int
www.tribun-timur.com 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan, hingga September 2017 sudah melikuidasi sebanyak 81 bank. Sementara itu, untuk tahun 2017 saja, LPS melikuidasi sebanyak lima bank.

Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Ferdinan D Purba menuturkan dari angka jumlah bank yang dilikuidasi sejak LPS berdiri hingga 2017 yang mencapai 81 bank.

"80 bank adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah, serta Satu bank di antaranya bank umum. Dari jumlah itu yang sudah selesai sekitar 64 BPR dan 1 bank umum, 17 BPR masih dalam tahap penyelesaian," kata lelaki berkacamata itu saat ditemui di sela pelatihan resulusi bank atau penanganan bank gagal sistematik di Four Points by Sheraton Jl Landak Baru Makassar, Kamis (12/10/2017).

Hingga September 2017 dana penjamin LPS mencapai Rp 5.142 triliun. Dari sisi persebaran, jumlah bank dalam likuidasi (BDL) terbanyak di Jawa Barat sebanyak 30 bank, lalu Sumatra Barat 14 bank, serta Jawa Timur sebanyak 6 bank.

"Kemudian selebihnya dari BDL itu tersebar pada beberapa provinsi lainnya seperti Sulawesi Selatan sebanyak 3 bank serta Bali yang tercatat 4 bank dalam likuidasi," kata Ferdinan.

Di Sulsel ada tiga BPR yang dilikuidasi, dua di antaranya sudah selesai yakni BPR Handayani Cipta Sehati asal Masamba dengan aset Rp 916 juta dan kewajiban Rp 1,3 miliar. Proses likuidasi mulai 27 April 2010 dan rampung 10 Oktober 2012.

"Ada juga BPR Handayani Cipta Sejahtera asal Wajo dengan aset Rp 9,1 miliar, kewajiban Rp 2,3 miliar. Proses penyelsaian mulai 18 Desember 2008, berakhir 13 Juni 2011," Tedy Herdyanto, Pengawas Bidang Likuidasi LPS.

BPR yang sedang dalam proses penyelesaian yakni BPR Niaga Mandiri.

"BPR asal Makassar ini dilikuidasi mulai 13 April 2016 dengan total aset Rp 8,3 miliar, kewajiban di luar modal Rp 16,3 miliar. Kredit 15,4 miliar dengan PPAP (Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif) Rp 9 miliar, tabungan Rp 1 miliar, dan deposito Rp 9,1 miliar," ujar Tedy.(*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help