TribunTimur/

Paur Forensik Polda Sulsel Sebut Kebijakan Keminfokom Bantu Proses Identifikasi

Dalam proses aktivasi tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan

Paur Forensik Polda Sulsel Sebut Kebijakan Keminfokom Bantu Proses Identifikasi
HANDOVER
Perwira Urusan (Paur) Kedokteran Forensik Biddokes Polda Sulsel, AKP Zulkarnain (Depan, tengah) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi. Pelanggan baru maupun lama wajib mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) miliknya.

Data NIK dan nomor KK yang dicantumkan dalam proses aktivasi tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga pengguna tidak bisa lagi sembarangan memasukkan nomor.

Perwira Urusan (Paur) Kedokteran Forensik Biddokes Polda Sulsel, AKP Zulkarnain, menilai bahwa kebijakan tersebut sangatlah baik. Apalagi di bidang Forensik, akan memudahkan proses identifikasi.

"Jika kebijakan tersebut berjalan dengan baik maka akan sangat membantu di bidang Forensik, sebab akan menjadi salah satu unsur pendukung dalam identifikasi," paparnya.

"Meski secara hukum nantinya tak bisa dijadikan barang bukti, tetapi paling tidak sebagai petunjuk awal. Kan bisa dibayangkan nantinya kalau ada kasus penemuan jenasah tanpa identitas tapi kita temukan handphone disekitar korban akan sangat mudah langsung mengecek data-datanya," ungkapnya.(*)

Penulis: Alfian
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help