TribunTimur/

Ini Kebaikan di Balik Misi Dua Anak Cukup, BKKBN Makassar Libatkan Tokoh Agama

melibatkan para tokoh masyarakat dan para agamawan sangat efektif dalam mengedukasi pasangan subur.

Ini Kebaikan di Balik Misi Dua Anak Cukup, BKKBN Makassar Libatkan Tokoh Agama
ist
keluarga berencana

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penerintah Kota Makassar melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tak henti memperjuangkan kebahagiaan anak.

Meski telah gencar melakukan sosialisasi melalui media tentang dua anak cukup, hal tersebut pun rupanya belum cukup memenuhi visi misi mereka.

Di Makassar, BKKBN juga melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Kepala BKKBN Makassar, Danial Pakambanan mengatakan dengan melibatkan para tokoh masyarakat dan para agamawan sangat efektif dalam mengedukasi pasangan subur.

Pasangan subur diketahui pasangan yang masih bisa memproduksi keturunan.

Alasan pelibatan tokoh dan agamawan karena kehidupan mereka cukup berpengaruh kepada masyarakat, dehingga akan efektif merubah pola pikir pasangan dalam melaksanakn misi cemerlang dari pemerintah.

"Kehidupan sehari-hari tokoh masyarakat dan agamawan bisa memberikan contoh baik kepada pasangan usia subur, " ujar Danial.

Ia menjelaskan visi misi pemerintah dua anak cukup ini tidak melarang para pasangan usia subur untuk menambah keturunan, tapi untuk pemenuhan hak bagi anak.

Menurutnya dengan dua anak akan memberikan kesejahteraan kepada para anak. Dimana pembagian ekonomi dan hak bahagia mereka akan terwujud.

Dicontohkan Danial, semisal anak pertama masih menyusui, namun dalam proses itu ibunya tiba-tiba hamil, pastinya anak tersebut tidak lagi mendapatkan asi eksklusif.

Agar hak bahagia anak terpenuhi, ibu harus paham dan mengatur jarak kehamilan. Untuk idealnya, itu jarak tiga sampai empat tahun.

"Jadi di balik dua anak cukup ada misi kebaikan untuk hak bahagia anak," ujar Danial.

Tak hanya itu, dengan berulang kali beranak kata Danial akan membahayakan bagi seorang ibu.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help