TribunTimur/

Gemilang 348 Tahun Sulsel

Begini Kinerja SYL-Agus AN di Mata Mahasiswi Sastra Inggris Unhas

Pemilik akun instagram @aimanfy ini mengaku salut melihat kinerja SYL dari segi pendidikan.

Begini Kinerja SYL-Agus AN di Mata Mahasiswi Sastra Inggris Unhas
HANDOVER
Mahasiswi Sastra Inggris Universitas Hasanuddin (Unhas), Aiman Fakhirah Yusran. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Menjelang Hari Ulang Tahun (Hut) Sulawesi Selatan (Sulsel) ke 348 berbagai kalangan mengomentari kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Wakilnya Agus Arifin Nu'mang.

Salah satunya Mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Universitas Hasanuddin (Unhas), Aiman Fakhirah Yusran.

Menurut perempuan 18 tahun ini, masa kepemimpinan SYL-Agus selama dua periode banyak memajukan Sulsel.

"Kalau dilihat dari penghargaan yang diraih, cukup banyak memajukan nama Sulsel sih," kata perempuan yang hobi baca buku ini pada tribun-timur.com, Kamis (12/10/2017).

"Seperti yang saya baca di harian tribun, pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel yang terus membaik yang ditandai dengan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Sulsel sebagai pemerintah yang mampu menurunkan inflasi dengan cukup baik," ujar penggemar Ryan Gosling ini.

Kemudian, pemilik akun instagram @aimanfy ini mengaku salut melihat kinerja SYL dari segi pendidikan.

"Dari segi pendidikan, saya cukup salut juga, dimana pak Syahrul sangat kekeuh menjadikan kualitas pendidikan kita di Sulsel menjadi lebih baik dan tidak tertinggal dengan kemajuan, agar bisa setara dengan pendidikan di seluruh dunia," jawabnya.

Menariknya lagi menurut anak dari pasangan Yusran Ib. Hernald dan Trisye Andriani, ekonomi Sulsel kini di atas 7 persen, income Rp 43 juta pertahun, pendidikan gratis sampai tingkat SMA dan beasiswa bagi mahasiswa.

"Menurutku itu sebuah hal yang keren sekali dan patut diacungi jempol," katanya.

Meski demikian, masih ada keresahan yang diakui Aiman Fakhirah, yakni ketidak rukunan antara supir pete-pete, bentor dan taksi online.

"Selain sering telat ngampus karena macet, saya sebagai mahasiswi yang sering pulang sore merasa sangat was-was di kota sendiri. Saya pun khawatir akan banyak penerus bangsa yang akhirnya tumbuh dengan kekerasan yang dengan semena-mena dipertontonkan di pinggir jalan raya," ungkapnya.

Maka dari itu, perempuan yang bercita-cita jadi Entrepreneur ini berharap SYL-Agus bisa segera mendapatkan jalan keluar atas masalah tersebut.

"Serta kepada Sulsel agar segala penghargaan yang telah dilahirkan di masa pemerintahan SYL-Agus dua periode ini dipertahankan," lanjutnya.

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help