TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Mikro

Wow! Olah Rumput Laut Jadi Sabun Kecantikan, Ratna Sari Raih Omzet Rp 60 Juta Per Bulan

Apa keistimewaan Sabun Kesehatan dengan lebel perusahaan PT Bulan Bintang itu?

Wow! Olah Rumput Laut Jadi Sabun Kecantikan, Ratna Sari Raih Omzet Rp 60 Juta Per Bulan
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
atna Sari, staf Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sulsel Bidang Pesisir, tidak menyangka penelitian otodidaknya dalam pembuatan sabun kesehatan bisa berbuah rupiah. Setelah berguru dengan beberapa produsen sabun lokal di beberapa daerah pada 2013 lalu, sabun rumput laut yang dirintisnya kini beromzet hingga Rp 60 juta per bulan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ratna Sari, staf Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sulsel Bidang Pesisir, tidak menyangka penelitian otodidaknya dalam pembuatan sabun kesehatan bisa berbuah rupiah.

Setelah berguru dengan beberapa produsen sabun lokal di beberapa daerah pada 2013 lalu, sabun rumput laut yang dirintisnya kini beromzet hingga Rp 60 juta per bulan.

Apa keistimewaan Sabun Kesehatan dengan lebel perusahaan PT Bulan Bintang itu?

"Sabun ini diperkaya dengan bahan-bahan alami yang aman digunakan di muka dan seluruh tubuh. Kandungan rumput laut, minyak kelapa murni, minyak zaitun, glukosa, dan glyserin dipadu membuat kulit cerah, mengangkat kotoran di kulit," kata perempuan kelahiran Selayar itu, di salah satu kafe di bilangan Jl Dr Sam Ratulangi Makassar, Rabu (11/10/2017).

Master di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ini menambahkan, Awal 2016 sabun yang telah mendapat sertifikat dari Badan POM RI pada 2014 itu melakukan inovasi dengan beberapa campuran bahan.

Seperti, air beras, ektrak daun kelor, kopi, jeruk nipis, bengkoang, lawi-lawi, kulit pisang, dan belimbing.

"Kandungan dari bahan tersebut sebagai antioksidan, membersihkan radikal bebas, mencegah penuaan dini mengandung mineral esensial, protein, vitamin A sampai K, dan intinya mencerahkan kulit," jelasnya.

Sertifikat dari Badan POM RI telah didapatkannya untuk seluruh varian yang ada. "Alhamdulillah orderan terakhir dari Dinas Kesahatan Sulbar yang memesan 3.600 picis untuk anak dan ibu," katanya.

Industri rumah tangga ini tidak hanya menawarkan sabun dengan berat 40 gram seharga Rp 10 ribu. Tetapi juga masker dengan aneka varian.

"Harganya mulai Rp 50 ribu untuk masker. Bahannya dari rumput laut dan campuran bahan lainnya yang 99 persen alami," katanya.

Diproduksi di kediamannya Jl Mongingsidi baru Nomor 54, ada sekitar enam sumber daya manusia yang dipekerjakannya.

"Saya pekerjakan keluarga saya. Alhamdulillah dari sabun dan masker ini, beberapa dokter kulit, peneliti baik indonesia dan luar negeri ingin bekerja sama dengan saya meningkatkan bisnis ini," kata Ratna.

Paling intens, pengusaha asal Tiongkok. "Memang banyak yang menawarkan sabun kesehatan dari rumput laut. Namun untuk kadar yang tepat dalam melahirkan produk yang baik untuk kulit, itu yang sulit," katanya.

Untuk saat ini, perluasan lini bisnisnya hanya melalui sosial media saja. "Namun, ke depan dengan bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, kami akan menyewa rumah agar lebih fokus. Sembari menunggu hak paten yang sementara dilakukan," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help