TribunTimur/
Home »

Maros

Gemilang 348 Tahun Sulsel

Warga Maros: Jalan Trans Khususnya di Wajo Perlu Perhatian

Pasalnya, sejumlah ruas jalan beton yang berada di Trans Sulawesi belum rampung dan bahkan masih mengalami kerusakan parah.

Warga Maros: Jalan Trans Khususnya di Wajo Perlu Perhatian
Handover
Kepala Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Maros, Rahim Manaj 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kepala Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Maros, Rahim Manaj meminta kepada Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel 2018 mendatang supaya merampungkan Trans Sulawesi, Rabu (11/10/2017).

Pasalnya, sejumlah ruas jalan beton yang berada di Trans Sulawesi belum rampung dan bahkan masih mengalami kerusakan parah.

Kerusakan tersebut diantaranya, di sepanjang ruas jalan di Kabupaten Wajo. Padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju ke Kota Palopo atau Luwu.

"Saya sebagai warga minta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang, supaya memperbaiki ruas jalan di Wajo. Kerusakannya sudah sangat parah. Memang belum pernah diperbaiki," katanya.

Rahim mengaku prihatin dengan kondisi ruas jalan Wajo. Pasalnya, Wajo diapit oleh dua Kabupaten yang memiliki ruas jalan mulus, yakni Sidrap dan Luwu.

Warga menuju Palopo pasti mengetahui jika sudah masuk ke Wajo. Kendaraan akan berjalan lambat dan jalannya bergelombang atau rusak.

Bahkan warga yang naik bus akan terbangun jika tidur, saat memasuki daerah Wajo. Perbedaan Wajo dari infrastruktur jalannya sangat berbeda dengan Kabupaten lain.

"Saya sering ke Luwu ke rumah istri. Jadi mulai dari Maros sampai Sidrap, jalannya mulus. Tapi pas masuk Wajo, jalan sudah hancur. Jalan baru bagus kembali saat masuk di Luwu," katanya.

Rahim mengaku membutuhkan waktu paling lama untuk melintasi Wajo. Kecepatan kendaraan hanya maksimal 60 kilometer per jam.

Padahal saat di Sidrap, kecepatan kendaraan minimal 80 kilometer perjam. Begiti juga saat masuk ke Luwu. Ruas jalan langsung mulus setelah melewati perbatasan.

"Saya heran, kenapa ruas jalan di Wajo tidak pernah bagus. Setiap tahun pasti rusak. Padahal jalannya mencapai puluhan kilometer untuk masuk ke Luwu," katanya.

Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help