TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Mikro

Sosialisasi Unik Bikin Macet Jalan Tol, Ini Kata Pengelola

Salah satu penyebab ialah petugas tol menjual Unik di jalan menyebabkan terhambatnya laju kendaraan.

Sosialisasi Unik Bikin Macet Jalan Tol, Ini Kata Pengelola
TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN
Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bersama pihak perbankan melakukan Sosialisasi penggunaan uang elektronik (Unik) di gerbang Galuku Bodoa lurusan Jl AP Pettarani Makassar Jumat (22/9). Mulai Oktober 2017, pemerintah akan memberlakukan sistem transaksi non-tunai di seluruh gerbang tol demi mengurangi kemacetan sebagai imbas dari transaksi di pintu tol. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Proses sosialisasi yang sedang dilaksanakan pihak perbankan dan pengelola Jalan Tol Makassar mendapat respons dari beberapa masyarakat khususnya pengguna jalur tol.

Dari aduan yang masuk ke public service Tribun Timur, perubahan sistem pembayaran dari tunai ke elektronik pada gardu tol mengakibatkan kemacetan parah yang sudah berlangsung berlangsung beberapa hari ini.

Ini tentu menghabiskan waktu, energi, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan polusi. Sementara pengelola tol belum mencari penyebab & solusinya.

Salah satu penyebab ialah petugas tol menjual Unik di jalan menyebabkan terhambatnya laju kendaraan. Sementara papan bicara sebelum gerbang yang tidak jelas. Jalur khusus Unik tetapi bisa juga secara tunai.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknik dan Operasi PT JTSE dan PT Bosowa Marga Nusantara, Ismail Malliungan yang dihubungi, Rabu (11/10/2017) berharap dukungan dan kerjasama dari semua pihak, terutama masyarakat pengguna jalan tol, dengan segera beralih menggunakan Unik.

"Karena pemberlakuan Unik pada gardu khusus, menimbulkan antrian. Maka pihak perbankan menawarkan Unik kepada pengendara yang antri, dengan harapan masyarakat dapat segera membeli kartu dan membayar pakai Unik," ujarnya.
Proses sosialisasi dan pentahapan ini memang butuh dukungan semua pihak. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help