TribunTimur/
Home »

Maros

Pegawai Kemenag Maros Ini Kesal dan Marah, Orangtua Murid MIN Berdemo

Beberapa pegawai Kemenag Maros justru memarahi orangtua murid MIN saat berada di ruang kerja Kepala Kemenag Maros, Symasuddin.

Pegawai Kemenag Maros Ini Kesal dan Marah, Orangtua Murid MIN Berdemo
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Seorang oknum pegawai Kemenag Maros (kanan) duduk di kursi ruangan kerja Kepala Kemenag dengan mengagkat kaki kirinya. Hal ini dilakukannya saat menerima orangtua murid MIN Maros Baru yang berdemo (kiri). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Orangtua murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Maros Baru, Lingkungan Kalli-Kalli, Turikale, Maros dinilai tidak beretika oleh beberapa pegawai yang mendampingi Kepala Kemenag, Syamsuddin, Rabu (11/10/2017).

Beberapa pegawai Kemenag Maros justru memarahi orangtua murid MIN saat berada di ruang kerja Kepala Kemenag Maros, Symasuddin.

Lima perwakilan orangtua murid diminta masuk ke ruang kerja Kepala Kemenag, setelah berdemo menolak proses nonjob kepala MIN Maros Baru, Nur Ridhawati.

Saat masuk ke ruang kerja, oknum pegawai pria berbaju putih dan mengenakan songkok haji, langsung mengeluarkan kata tidak pantas.

"Kalian ini bikin malu saja. Kenapa berdemo di depan," kata pria ini dengan nada tinggi.

Beberapa pegawai lainnya yang duduk di samping perwakilan orangtua, juga bergetar bibir dan badannya saat berbicara. Dia juga menyalahkan orangtua murid.

"Kenapa tidak sampaikan ke saya kalau ada masalah. Saya ini tahu semua tentang sekolah itu," kata pria berbadan kurus ini sembari angkat kaki.

Meski sudah beberapa kali sudah dilarang berbicara dengan suara tinggi, namum pria kurus tersebut masih ngotot dan menyalahkan orangtua murid.

Perwakilan orangtua, Titin mengatakan pihaknya berdemo karena sudah beberapa kali menyampaikan aspirasinya ke penanggungjawab sekolah, tapi diabaikan.

"Kami ini pak sudah menyampaikan aspirasi kami sebelum kesini. Tapi diabaikan. Makanya kami memilih demo," katanya.

Sementara Kepala Kemenag, Symasuddin menyampaikan, meski Ridhawati diganti, orangtua tidak perlu khawatir dengan penerimaan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

"Meski ibu Ridha diganti, tetap kita terima BSM," katanya.

Mendengar keterangan Syamsuddin, Titin langsung meminta supaya BSM untuk anaknya segera dicabut.

"Kami tidak protes karena takut tidak terima BSM. Kalau mau cabut, silahkan. Tidak ada masalah," katanya.

Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help