TribunTimur/

Keluarga Korban Pembacokan Ancam Demo di Mapolres Takalar, Ini Penyebabnya

Olehnya itu, mahasiswa dari Hipermata Takalar Komisariat UIN Alauddin menyatakan akan melakukan aksi besar-besaran di Mapolres Takalar.

Keluarga Korban Pembacokan Ancam Demo di Mapolres Takalar, Ini Penyebabnya
reni/tribuntakalar.com
Pelaku pembacokan yang diamankan di Mapolres Takalar. 

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALASSANG - Keluarga korban pembacokan, Adrian yang merupakan mahasiswa UIN Alauddin Makassar kembali mendatangi Mapolres Takalar, di Jl HM Manjarungi, Kecamatan Pattalassang, Rabu (11/10/2017).

Kedatangan pihak keluarga Adrian ke Mapolres Takalar untuk mempertanyakan kelanjutan proses hukum bagi dalang pembacokan yang dinyatakan bebas sementara.

Pihak keluarga korban menyesalkan pembebasan sementara pelaku, Dedi, mahasiswa di UIN Alauddin Makassar pada Senin (9/10/2017) yang lalu.

“Tidak saya terima kalau Dedi dibebaskan, ini negara hukum dan pastinya tidak ada yang mau ditebas begitu saja," tegas Keluarga korban Jumriati Daeng Tino.

Pihak keluarga yang datang bersama sejumlah mahasiswa menganggap alasan pembebasan sementara dalang pembacokan dari pihak kepolisian tidak rasional.

Olehnya itu, mahasiswa dari Hipermata Takalar Komisariat UIN Alauddin menyatakan akan melakukan aksi besar-besaran di Mapolres Takalar.

Seperti diketahui, kasus pembacokan terhadap Adrian terjadi di kelurahan Malewang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, pada Sabtu (17/9/2017) malam yang dilakukan oleh sekelompok pemuda.

Dari kasus tersebut tiga orang diamankan yaitu pelaku pembacokan yang masih dibawah umur bernama MJ dan TS, dan satu orang mahasiswa yang menjadi otak pembacokan bernama Dedi.

Belum diketahui motif kasus ini.

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help