TribunTimur/

Dikbud Enrekang Rumuskan Pakaian Adat Suku Massenrempulu Lewat Dialog Kebudayaan

Kemajuan teknologi yang tak terbendung membuat nilai kebudayaan daerah tergerus.

Dikbud Enrekang Rumuskan Pakaian Adat Suku Massenrempulu Lewat Dialog Kebudayaan
muh asiz albar/tribunenrekang.com
Dinas Pedidikan dan kebudayaan (Dikbud) Enrekang menggelar Dialog kebudayaan di Aula Kantornya, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Dinas Pedidikan dan kebudayaan (Dikbud) Enrekang menggelar Dialog kebudayaan di Aula Kantornya, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Rabu (11/10/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan dan para seniman dari Bumi Massenrempulu.

Acara tersebut menindaklanjuti hasil dialog kebudayaan tahun lalu tentang pentingnya merumuskan pakaian adat dan rumah adat suku Massenrempulu.

Kepala Dikbud Enrekang Jumurdin mengatakan, kemajuan teknologi yang tak terbendung membuat nilai kebudayaan daerah tergerus.

Baca: Desember, Ada Festival Kopi Bumi Massenrempulu

Olehnya itu, diperlukan upaya untuk mempertahankan dan memelihara nilai budaya agar tak luntur dan tetap dipegang teguh oleh para masyarakat.

"Kita kumpulkan para tokoh seniman dan budayawan untuk mencari tahu jati diri termasuk pakaian adat dan rumah adat agar suku Massenrempulu dapat diakui," kata Jumurdin.

Ia berharap, dialog itu bisa menyatukan persepsi untuk menemukan nilai kebudayan dari Suku Massenrempulu yang lebih berbudaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Enrekang Hamin menyebutkan, dialog itu bakal dirumuskan arti dan nilai dari rancangan pakaian dan rumah adat Massenrempulu.

Baca: Enrekang Eksport Bawang Merah ke Vietnam

"Kita harap melalui forum ini nanti ditemukan kesepakatan bersama tentang rancangan pakaian dan rumah adat Bumi Massenrempulu," tuturnya.

Acara tersebut menghadirkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, Drs Mohammad Natsir, sebagai pemateri.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help