TribunTimur/

Wow! Di Bulukumba, 55 Pasangan Cerai Setiap Bulan, Ini pemicunya

Ada beberapa penyebab perceraian yang kami temukan, seperti KDRT, perselingkuhan, dan faktor ekonomi.

Wow! Di Bulukumba, 55 Pasangan Cerai Setiap Bulan, Ini pemicunya
firki arisandi/tribunbulukumba.com
Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba, Husain yang ditemui tribunbulukumba.com di kantornya di Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Ujung Bulu, Kelurahan Tanah Kongkong, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Selasa (10/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Faktor ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi alasan utama tingginya angka perceraian di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal tersebut diungkapkan Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba, Husain di kantor Pengadilan Agama Bulukumba di Jl Lanto Dg Pasewang No.18, Kecamatan Ujung Bulu, Kelurahan Tanah Kongkong, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Selasa (10/10/2017).

"Ada beberapa penyebab perceraian yang kami temukan, seperti KDRT, perselingkuhan, dan faktor ekonomi. Namun yang paling tinggi itu adalah KDRT dan faktor ekomomi," kata Husain.

Sepanjang Januari hingga September, Pengadilan Agama Bulukumba menangani perceraian sebanyak 498 kasus.

Jika dirata-ratakan, ada 55 kasus setiap bulannya. Dari total kasus, pengajuan gugat cerai mendominasi dibanding talak cerai.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help