TribunTimur/

Tambang Galian C Diprotes, Polsek Maiwa dan Koramil Mediasi Warga Desa Boiya

Hal itu dikarenakan aktivitas tambang memperkeruh air dan merusak lahan masyarakat di area tersebut.

Tambang Galian C Diprotes, Polsek Maiwa dan Koramil Mediasi Warga Desa Boiya
Muh Azis Albar/TribunEnrekang.com
Kepolisian sektor (Polsek) Maiwa mendamaikan masyarakat yang sempat berseteru terkait tambang galian C di Desa Boiya, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Selasa (10/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, MAIWA - Kepolisian sektor (Polsek) Maiwa mendamaikan masyarakat yang sempat berseteru terkait tambang galian C di Desa Boiya, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Selasa (10/10/2017).

Anggota Koramil Kecamatan Maiwa turut membantu proses damai tersebut.

Warga tak setuju dengan aktivitas tambang yang dikelola UD Imran Jaya.

Hal itu dikarenakan aktivitas tambang memperkeruh air dan merusak lahan masyarakat di area tersebut.

"Apabila pemilik tambang tetap melakukan aktivitas, maka akan dihentikan secara paksa," kata warga setempat, Azis.

Baca: Warkop di Maiwa Ini Padukan Sarapan Bubur Ayam Sehat dan Kopi Khas Enrekang

Meski sempat memanas, perseteruan tersebut diselesaikan dengan mediasi yang terus dilakukan pihak kepolisian.

"Alhamdulilah kita akhirnya bisa selesaikan dengan damai dan kesepakatan yang telah diterima kedua pihak," ucap Kapolsek Maiwa Iptu Anwar dalam rilisnya kepada TribunEnrekang.com.

Hasil dari mediasi itu adalah pengelola tambang membuat dua sumur resapan di sungai dan membayar sewa pada warga yang dilalui lahannya.

Permasalahan tambang galian C di Desa Boiya sudah berlarut-larut dan tidak menghasilkan titik temu.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help