TribunTimur/
Home »

Opini

OPINI

Promosi Potensi Desa Melalui Media Sosial

Kekayaan alam dan budaya lokal serta tradisi lokal menjadi modal dari perkembanagan pariwisata tersebut.

Promosi Potensi Desa Melalui Media Sosial
ist
Qudratullah Rustam, S.Sos., M.Sos. 

Oleh: Qudratullah Rustam, S.Sos., M.Sos.

SETIAP desa memiliki potensi masing-masing untuk dapat digali dan menjadi sumber pendapatan desa serta untuk mensejahterakan masyarakat
desa.

Potensi yang dimiliki oleh setiap desa memang perlu digali dengan baik dan memiliki manajemen promosi yang baik agar segala
potensi yang dimiliki desa mampu dikenal masyarakat luas dan menarik para pelancong untuk datang menikmati potensi desa yang dimiliki.

Saat ini, potensi wisata menjadi salah satu potensi yang cukup banyak dimiliki oleh setiap desa. Masyarakat umumnya juga banyak mencari
tempat wisata baru yang terdapat di desa-desa. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini potensi pariwisata banyak
dikembangkan masyarakat Indonesia.

Kekayaan alam dan budaya lokal serta tradisi lokal menjadi modal dari perkembanagan pariwisata tersebut. Tidak hanya potensi pariwisata yang dapat dikembangkan tetapi hasil bumi juga saat ini tidak kalah penting untuk dipromosikan. Dengan begitu, setiap kekayaan alam dan potensi yang
dimiliki desa mampu dimanfaatkan dengan baik. Hal tersebut juga akan membantu peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan potensi
yang dimiliki desa.

Pengelolaan Potensi Desa
Potensi desa sebaiknya dikelola dengan baik sehingga desa apa yang diinginkan dapat pula terwujud dengan baik. Beberapa tempat wisata
baru juga saat ini banyak bermunculan. Namun perlu ditekankan bahwa bukan sekadar memunculkan tempat wisata baru saja tetapi pengelolaan
yang baik perlu diperhatikan agar wisata yang ditawarkan mampu bertahan. Termasuk dengan produk asli daerah seperti kain lokal yang
ditenun oleh masyarakat desa harus memiliki motif yang bervariatif tanpa meninggalkan kesan lokalnya.

Kemudian hasil bumi seperti hasil pertanian sebaiknya dikelola lebih baik dengan memproduksi produk dari petani atau nelayan desa. Misalnya, kentang yang telah dipanen oleh petani desa sebaiknya dikelola menjadi kerupuk dengan packaging yang menarik. Begitupula dengan hasil laut yang juga dapat dikelola menjadi kerupuk yang tentunya dikemas dengan sedemikian rupa agar lebih menarik. Semua tergantung potensi apa yang dimiliki oleh setiap desa.

Kepala desa juga sebaiknya memikirkan hal tersebut agar desa lebih keatif dan inivatif. Kepala desa juga sebaiknya mendorong dan membantu
masyarakatnya untuk berkreasi dan berinovasi sehingga apa yang dilakukan akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Terlebih lagi sebagai pelopor, hal tersebut juga akan berdampak pada Pendapatan Asli Desa (PADes).

Terlebih lagi dengan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa semakin dimudahkan untuk mengelola potensi yang dimilikinya. Di mana BUMDes dibentuk sebagai wadah kegiatan ekonomi desa dengan mengembangkan potensi desa, meningkatkan perekonomian, dan mengoptimalkan asset desa dengan prinsip pengelolaan secara kooperatif partisipatif, emansipatif, transparan dan akuntabel. Dalam Pasal 1 angka 6 UU Desa, BUMDes adalah
badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan
desa yang dipisahkan guna mengelola asset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Selain itu, menuurut Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembanguna Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
(Kemendes dan PDTT), Taufik Madjid, bahwa dana desa pada tahun 2018 akan lebih dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dana
desa yang disalurkan pada alokasi tahun 2017 sebesar 60 triliun, dan mungkin pada tahun 2018 juga dengan alokasi dana sebesar alokasi dana
2017. Oleh karena itu, sangat besar peluang untuk dapat meningkatkan ekonomi desa melalui potensi yang dimiliki desa. Masyarakat akan lebih
terbantu dengan adanya hal tersebut dan untuk mengaplikasikannya secara optimal perlu kerjasama antarkomponen desa serta dorongan dari
kepala desa.

Promosikan Melalui Media Sosial
Perkembangan media sosial saat ini sangatlah pesat. Pertukaran informasi lebih cepat dengan keberadaan media sosial. Media sosial
juga telah banyak bermunculan di Indonesia, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Line dan masih banyak lagi lainnya. Di Indonesia, menurut
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam liputan6, ada tiga media sosial yang banyak dikunjungi. Facebook berada pada
posisi teratas yang banyak digunakan oleh pengguna media sosial di Indonesia dengan 71,6 juta pengguna atau sekitar 54 persen.

Selanjutnya di posisi kedua ditempati oleh Instagram yang merupakan media sosial yang digunakan untuk berbagai foto video dan cerita
pendek dengan pengguna di Indonesia sebanyak 19,9 juta atau 15 persen. Dan posisi ketiga ditempati oleh YouTube yang merupakan media sosial
dengan layanan berbagi video berdurasi panjang tersebut dengan pengguna di Indonesia sebesar 14,65 juta atau 11 persen. Indonesia
menempati posisi keempay sebagai pengguna media sosial terbanyak dengan jumlah 63 juta pengguna.

Dari data tersebut sangat besar peluang untuk mempromosikan potensi yang dimiliki desa melalui media sosial sangatlah besar. Potensi desa
bisa saja didokumentasikan kemudian di-posting melalui media sosial. Bahkan bisa didokumentasikan dalam rangka menceritakan kepada
masyarakat luas. dengan begitu para pengguna media sosial nusantara bahkan mancanegara akan tertarik dan datang untuk menikmati ojek
wisata, kearifan lokal adat istiadat, budaya dan produk yang ada di desa. Namun, yang perlu dipersiapkan juga adalah sumber daya manusia
(SDM) dalam mengelola promosi melalui media sosial tersebut.

Kepala desa harus mempu melihat potensi masyarakatnya terutama pemuda yang saat menjadi barisan millennial. Sebaiknya kepada desa juga sebaiknya
menggunakan media sosial dan terpenting adalah mengerti akan penggunaan media sosial sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa
dihindari.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help