TribunTimur/
Home »

Gowa

Dituding Jual Soal Tes Tertulis Calon Panwascam, Ini Penjelasan Panwaslu Gowa

Ketua Panwaslu Gowa, Suherli yang memberikan keterangan pers, membantah tudingan tersebut.

Dituding Jual Soal Tes Tertulis Calon Panwascam, Ini Penjelasan Panwaslu Gowa
HANDOVER
Jumpa Pers Panwaslu Gowa di Cafe Mario Gowa, Jumat (6/10/2017). Ketua Panwaslu Gowa Suherli didampingi Komisioner Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Yusnaeni 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gowa dituding melakukan jual beli soal tes tertulis saat seleksi panwascam beberapa waktu lalu.

Informasi ini pun ramai diperbincangkan sejumlah LSM bahkan aktivis. Bahkan di kalangan Panwascam yang dinyatakan lulus dan terpilih.

Menurut narasumber Tribungowa.com, soal yang dijual itu diberi harga Rp 1 juta per orang. Dan dilakukan oleh salah satu komisioner Panwaslu.

Sayangnya beberapa calon panwascam yang membeli soal justru tidak lulus.

Ketua Panwaslu Gowa, Suherli yang memberikan keterangan pers, membantah tudingan tersebut.

"Tidak benar bahwa ada jual beli soal seleksi tertulis dalam seleksi Panwascam Kabupaten Gowa. Soal seleksi tertulis calon panwascam dibuat oleh tim Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan dan pihak pokja tim seleksi panwascam di kabupaten sama sekali tidak mengetahui terkait soal apa saja yang akan diujikan kepada peserta," ujarnya, Selasa (10/10/2017).

Suherli lalu menjelaskan prosedur pengiriman soal untuk tes tertulis panwascam.

"Soal tes tertulis diserahkan oleh tim pembawa soal dalam hal ini diwakili oleh Ibu Nurhaeda dari Bawaslu Propinsi Sulawesi Selatan. Penyerahan soal tes tertulis kepada pokja sekitar 20 menit sebelum tes dimulai dengan disaksikan langsung oleh peserta tes dengan posisi kertas soal tersegel," ujarnya.

Sementara soal tes wawancara, pihak Bawaslu Propinsi Sulsel hanya memberikan poin-poin dan beberapa tema untuk bahan wawancara, dan soal tersebut akan berbeda-beda pada tiap peserta karena tim seleksi dalam hal ini komisioner Panwas kabupaten akan menggali lebih jauh terkait jawaban yang telah disampaikan oleh peserta.

"Misi Panwaslu kabupaten Gowa untuk menciptakan Pemilu Berintegritas, dimulai dari proses rekruitmen panwascam yang diharapkan menjadi penyelenggara pemilu yang jujur dan berintegritas sehingga tidak mungkin di dalamnya ada praktek-praktek yang tidak jujur," tutupnya. (*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help