TribunTimur/
Home »

Lutra

Didemo Orangtua Murid dan Guru, Ini Kata Kepsek SDN 113 Harapan Lutra

Orangtua murid dan guru menuntut Harmiati mundur dari jabatannya karena dianggap tidak becus dalam memimpin sekolah.

Didemo Orangtua Murid dan Guru, Ini Kata Kepsek SDN 113 Harapan Lutra
chalik mawardi/tribunlutra.com
Suasana di SDN 113 Harapan, Desa Harapan, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MAPPEDECENG - Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 113 Harapan, Harmiati, angkat bicara terkait unjuk rasa yang dilakukan orangtua murid dan guru.

"Ini hanya kesalahpahaman saja. Kami sudah duduk bersama membicarakannya," kata Harmiati kepada TribunLutra.com, Selasa (10/10/2017).

Sayangnya, Harmiati enggan membeberkan penyebab utama dirinya didemo. "Pada intinya sudah tidak ada masalah," ujarnya. Diberitakan sebelumnya, Harmiati didemo puluhan orangtua murid dan guru di halaman sekolah kemarin.

Ketika didemo, Harmiati langsung meninggalkan gedung sekolah. "Saya ke dinas dan kembali lagi satu jam kemudian," ujarnya.

Orangtua murid dan guru menuntut Harmiati mundur dari jabatannya karena dianggap tidak becus dalam memimpin sekolah.

Menurut Hamdana, orangtua murid, menuturkan sejak Harmiati menjabat Kepsek setahun lalu, sudah banyak keluhan murid yang disampaikan kepada mereka selaku orangtua.

Misalnya ketika murid dibawa lomba tingkat kecamatan maupun kabupaten, kepsek tidak memberikan makanan kepada murid.

Para guru pun ikut mengeluhkan kepemimpinan Harmiati. "Kami tidak suka kepemimpinan kepsek ini karena sewenang-wenang dengan guru dan tidak transparan dalam mengelola anggaran," ujar salah satu guru.

SDN 113 Harapan berlokasi di Desa Hasanah, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help