KPU Enrekang Pilih Kodok, Kepala Diskepang: Kenapa Bukan Dangke!

Menurutnya, pemilihan kodok sebagai maskot KPU Enrekang tak mencerminkan ciri khas masyarakat Enrekang.

KPU Enrekang Pilih Kodok, Kepala Diskepang: Kenapa Bukan Dangke!
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Enrekang, Fajar Muhiddin. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang telah menetapkan Si Kodok Raksasa Enrekang (Kokang) sebagai maskotnya pada Pilkada Enrekang 2018.

Namun, penetapan Si Kokang sebagai maskot tersebut menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat.

Baca: KPU Enrekang Pilih Kodok Raksasa

Kali ini, sorotan datang dari pemerhati sosial yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Enrekang, Fajar Muhiddin.

Menurutnya, pemilihan kodok sebagai maskot KPU Enrekang tak mencerminkan ciri khas masyarakat Enrekang.

Terlebih, tak ada sifat ataupun karakter baik yang dapat dicontoh dari seekor kodok.

"Saya rasa penunjukan kodok sebagai maskot adalah hal yang aneh, sebab kodok justru mencitrakan hal yang negatif," kata Fajar Muhiddin kepada TribunEnrekang.com, Senin (9/10/2017).

Ia menjelaskan, kodok itu hidup di dua tempat yang menggambarkan dirinya tak punya pendirian.

Selain itu, jika akan melompat, keempat kakinya mengayuh ke kiri dan kanan, artinya kodok siap menyerang yang ada di depannya, menyikut yang ada disampingnya dan menendang yang ada dibelakangnya.

“Jadi intinya menurut saya, seekor kodok menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, jangan sampai penilaian masyarakat pada KPU seperti itu," ujar Ketua Gerakan Sosial (G2000) ini.

Ia menambahkan, seharusnya KPU Enrekang hati-hati dalam menentukan sebuah maskot.

Apalagi masih banyak hewan atau hal lain yang lebih mencerminkan Bumi Massenrempulu dan makna filosofinya bagus.

Seperti sapi perah, dangke, bawang merah, salak dan lain sebagainya yang tak mengundang kontroversi.

Baca: Akademisi Enrekang Pertanyakan Alasan KPU Pilih Maskot Kodok Raksasa

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help