TribunTimur/
Home »

Gowa

Tahun Keempat, Musik Hutan Digelar Lagi di Bissoloro Gowa

Dalam event ini berbagai macam kegiatan dipertunjukkan, mulai dari pertunjukan seni, teater dan stand up komedi.

Tahun Keempat, Musik Hutan Digelar Lagi di Bissoloro Gowa
HANDOVER
Pagelaran event Musik Hutan berlangsung di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Gowa selama tiga hari sejak 6-8 Oktober. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-  Pagelaran event Musik Hutan berlangsung di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Gowa selama tiga hari sejak 6-8 Oktober.

Event yang kedua kalinya ini digelar di Kabupaten Gowa yang terkenal dengan wisata pegunungannya, diramaikan ribuan pengunjung baik dari Gowa maupun luar Sulsel.

Ketua Panitia Event Musik Hutan, Yari Haediwan mengatakan, dipilihnya lokasi Gowa sebagai pagelaran event, selain jalan yang mudah di akses, Bissoloro juga menyajikan pemandangan yang sangat Indah.

"Disini sangat banyak kelebihannya. Selain infrastruktur, akses untuk ke tempat ini juga mudah," jelasnya saat ditemui di lokasi kemarin.

Dalam event ini berbagai macam kegiatan dipertunjukkan, mulai dari pertunjukan seni, teater dan stand up komedi.

Panitia menyediakan fasilitas untuk peserta yang ingin menunjukkan bakat dan kemampuannya.

Selain panggung pertunjukkan, ada juga 12 tenant yang disiapkan bagi pagi peserta yang hendak melakukan aktivitas jual beli.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap event Musik Hutan 2017 di Gowa diadakan lebih meriah untuk tujuan destinasi wisata lokal.

"Kita sangat mengapresiasi kegiatan Musik Hutan ini, tentu selain dari Malino yang kita garap sebagai destinasi wisata Nasional, hutan di Bissoloro ini sebagai destinasi lokal," ujarnya.

Kedepannya, kata Adnan, event Musik Hutan akan bekerjama sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa agar bisa lebih meriah dan banyak diminati pengunjung.

"Sekalian kita launching desa wisata, jadi kalau misalnya ada orang mau minum kopi sambil berwisata yang lebih dekat lagi dari Malino, silahkan ke Bissoloro saja,".

Dengan hadirnya tempat wisata baru tentu berdampak dengan ekonomi masyarakat. Dimana warga setempat bisa menjual diarea wisata produk-produk lokal yang ada di Kabupaten Gowa

"Jadi harapan kami ini juga mampu menggenjot ekonomi rakyat, jadi manfaatnya masyarakat juga harus menjaga lingkungan dengan tidak menebang pohon untuk menjaga udara kita tetap alami," tambahnya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help