TribunTimur/
Home »

Barru

Penyidik Tipikor Polres Barru Periksa Proyek Beton di Desa Madello

Kepala Polisi Resort (Kapolres) Barru, AKBP Burhaman melalui Kanit Tipikor Ipda Junardi mengatakan

Penyidik Tipikor Polres Barru Periksa Proyek Beton di Desa Madello
akbar/tribunbarru.com
Tim Penyidik Tipikor Polres Barru bersama tim ahli konstruksi Makassar, melakukan pemeriksaan proyek pembangunan beton di Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Jumat (6/10/2017). 

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Tim Penyidik Tipikor Barru'>Polres Barru bersama tim ahli konstruksi Makassar, melakukan pemeriksaan proyek pembangunan beton di Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Jumat (6/10/2017).

Kepala Polisi Resort (Kapolres) Barru, AKBP Burhaman melalui Kanit Tipikor Ipda Junardi mengatakan, peninjauan atau pemeriksaan itu dilakukan karena adanya dugaan sindikat korupsi terhadap pembangunan proyek beton tahun 2016 tersebut.

"Kasus ini sudah tahap penyidikan, dan hasil konstruksi tadi, terbukti pembangunan betonnya tidak sesuai dengan yang ada di RAB," kata Ipda Junardi, yang memimpin pemeriksaan proyek bangunan beton tersebut.

Menurut Junardi, hasil dari konstruksi itu menunjukkan bahwa ketebalan beton tersebut hanya delapan Centimeter.

"Sementara yang ada dalam RAB itu harusnya ketebalannya 17 CM. Belum lagi dari segi volume panjang dan lebarnya, semuanya kurang dari yang semestinya," katanya.

Selain bangunan beton, masih banyak lagi proyek lainnya yang diduga mengalami hal serupa dengan kasus bangunan beton tersebut.

"Secara keseluruhan, proyek di Desa Madello ini ada 16 titik, antara lain bangunan beton ada delapan, saluran air atau irigasi tujuh, palpon dan kanopi satu. Kita sementara dalam proses penyidikan," ucap Junardi.

Dia menyebutkan, jumlah keseluruhan anggaran dari proyek-proyek tersebut sebesar Rp 1,5 Miliar.

"Tersangka pasti sudah ada, tapi kita belum bisa pastikan siapa, nantilah kita lihat karena untuk penetapan tersangka kita harus tunggu hasil resmi dari BPKP dan ahli konstruksi," ujarnya.

Junardi menambahkan, dugaan sementara kerugian negara dari kasus tersebut yakni sebesar Rp 400 Juta.

Penulis: Akbar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help