TribunTimur/

Pilkada Jeneponto 2018

Masuk Zona Merah, Ini Lokasi Rawan Pelanggaran Pilkada Jeneponto

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Jeneponto Syamsuddin, di acara Sosialisasi dan Tatap Muka Dengan Media Pers

Masuk Zona Merah, Ini Lokasi Rawan Pelanggaran Pilkada Jeneponto
muslimin/tribunjeneponto.com
Sosialisasi dan Tatap Muka Dengan Media Pers di kantor KPU Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Jumat (06/10/2017) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Polda Sulsel menetapkan Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu daerah zona merah penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Jeneponto Syamsuddin, di acara Sosialisasi dan Tatap Muka Dengan Media di kantornya Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Jumat (06/10/2017) siang.

"Kemarin kita diundang oleh Polda Sulsel terkait penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dan Jeneponto mendapat tiga tanda merah, itu artinya Jeneponto masuk zona merah penyelenggaraan Pilkada," ujarnya memaparkan materi.

Selain itu, Syamsuddin juga menyebut pihaknya akan mengantisipasi potensi kecurangan yang akan terjadi di daerah perbatasan.

"Potensi kecurangan yang berada di perbatasan, sebab disitu rawan adanya penyelundupan suara dari luar kabupaten, seperti yang terjadi pemilu kemarin, warga Rumbia datangi kami laporkan adanya penyelundupan itu," ujar Syamsuddin.

Jeneponto sendiri berbatasan lansung dengan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Takalar di sebelah barat, Kabuoaten Bantaeng di sebelah timur, Kabupaten Gowa di sebelah tenggara dan laut Flores di sebelah selatan.

Sosialisasi dan tatap muka itu sendiri dibuka oleh ketua KPU Jeneponto Muh Alwi didampingi, Divisi Perencanaan dan Data Syamsul Kamal, Divisi Umum, Keuangan dan Logistik Andi Hertasning Rani dan Divisi Teknis Ekawaty Dewi.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help