TribunTimur/

Tak Punya Biaya, Paramedis RSUD Sinjai Patungan Bantu Bayi Nurliana, Menderita Penyakit Ini

Bayi Nurliana menjalani perawatan karena makanan tidak bisa masuk melalui mulut. saat ini bayi tersebut akan dirujuk ke Makassar.

Tak Punya Biaya, Paramedis RSUD Sinjai Patungan Bantu Bayi Nurliana, Menderita Penyakit Ini
TRIBUN TIMUR/SAMSUL BAHRI
Perawat di RSUD sedang memberi pelayanan kepada seorang pasien di ruang perawatan anak.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Sejumlah tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan patungan membantu membayarkan bayi Nurliana.

Para dokter tersebut gotong-royong membantu bayi Nurliana. Sebab dia sedang menjalani perawatan disebabkan makanan tidak bisa masuk melalui mulut. Sehingga pihak medis di RSUD Sinjai memberi infus.

Jika cairan infus ini dilepas maka bayi dari Jusman-Nurliana tidak dapat memasukkan makanan di dalam perutnya. Penyebabnya karena bayi tersebut sedang mengalami penyakit Atresia Asofagus.

Atau sedang terjadi kondisi tidak berkembangnya esofagus saat masih di janin, sehingga makanan tidak bisa dilewatkan dari mulut ke perut.

"Karena orang tua mereka berasal dari keluarga miskin dan selama ini terdaftar sebagai pengguna BPJS mandiri. Karena menunggak iurannya tidak bisa dibayar makanya kami teman-teman medis membantunya dengan cara patungan," kata Andi Nurhidaya seorang medis kepada TribunSinjai.com, Jumat (6/10/2017).

Dan saat ini bayi tersebut akan dirujuk ke RSU yang ada di Makassar. Hanya saja orang tua dari bayi tersebut menolak untuk dirujuk karena sedang keterbatasan biaya untuk merawat anaknya di RSU di Makassar nantinya.

Dia berharap agar masalah yang dialaminya dapat dibantu oleh warga lainnya. Sebab keluarga tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.

Jusman-Nurliana saat ini hanya sebagai buruh di TPI Lappa, Kecamatan Sinjai Selatan. Sejak pasca menikah lalu mereka hanya tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jl Teratai, Kecamatan Sinjai Utara. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help