TribunTimur/

Prihatin Hak Konsumen Terbaikan, WR 3 Unibos Terbitkan Buku Hukum Perlindungan Konsumen

Sementara ide awal menulis buku tersebut, berasal dari keresahan Haris melihat kondisi di lapangan.

Prihatin Hak Konsumen Terbaikan, WR 3 Unibos Terbitkan Buku Hukum Perlindungan Konsumen
MUNAWWARAH AHMAD
Wakil Rektor (WR) 3 Unibos Dr. Abd. Haris Hamid 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR- Dosen pengajar Universitas Bosowa (Unibos), terus didorong untuk menulis karya ilmiah bahkan terbit dalam bentuk buku.

Tak terkecuali Wakil Rektor (WR) 3 Unibos Dr. Abd. Haris Hamid,yang baru saja meluncurkan buku karya terbarunya dengan judul hukum perlindungan konsumen Indonesia.

Ditemui disela-sela kesibukannya,Jumat (6/10/2017) sore, Haris sapaan akrab WR yang dikenal murah senyum tersebut, berbagi tips dan informasi terkait hadirnya buku perlindungan konsumen tersebut. Yang lahirnya atas paham semua orang adalah konsumen.

"Alhamdulillah bukunya sudah bisa dibaca oleh siapa saja. Bahkan ini menjadi buku wajib di Fakultas Hukum sebab kita semua adalah konsuen dan penting untuk tahu hak-hak kita sebagai konsumen yang oleh produsen suka diabaikan,"kata Haris diruangannya lantai 9 gedung 1 Unibos.

Sementara ide awal menulis buku tersebut, berasal dari keresahan Haris melihat kondisi di lapangan. Termasuk dirinya yang acapkali tidak menemukan haknya sebagai konsumen.

"Jadi awalnya prihatin. Saat itu saya beli di mini market lalu oleh kasir sisa uang saya dikembalikan menggunakan permen. Kan ini tidak boleh apalagi kalau memaksa. Kasir sama sekali tidak memberikan opsi apakah saya mau atau tidak. Kan bahaya ini kalau diteruskan,"lanjut Haris.

Lebih lanjut kata WR bergelar doktor di bidang perlindungan konsumen Program Pascasarjana Unhas tersebut, hal tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Apalagi ada unsur pemaksaaan.

Transaksi harus memposisikan penjual dan pembeli sama. Bayangkan jika kembalian Rp 500 dan si kasir cuman mengebalian dua permen dengan harga masing-masing Rp 100, untungnya bisa Rp300.

"Jika dikalikan banyak, tentu perusahaan itu akan untung banyak. Kasihan konsumen kata Haris. Karena itu saya tulis ini buku agar bisa jadi pedoman. Semua menjadi tahu dan sadar akan pentingnya edukasi konsumen,"kata Haris.

Dalam buku tersebut juga secara teori dijelaskan kajian hubungan pemerintah, pelaku usaha dan konsumen dalam perspektif perlindungannya. Selanjutnya Haris berharap perlindungan konsumen bisa menjadi mata kuliah wajib di Unibos.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help