TribunTimur/
Home »

Gowa

Daftar Jadi Panwascam Gowa, Adik Komisioner Bawaslu Sulsel Dituding dapat Perlakuan Khusus

FA yang juga adik kandung dari salah satu Komisioner Bawaslu Sulsel dinilai mendapat perlakuan khusus dari panitia panwaslu Gowa.

Daftar Jadi Panwascam Gowa, Adik Komisioner Bawaslu Sulsel Dituding dapat Perlakuan Khusus
int
www.tribun-timur.com 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Salah satu calon anggota panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Bajeng Barat berinsial FA menjadi sorotan dari masyarakat.

FA yang juga adik kandung dari salah satu Komisioner Bawaslu Sulsel dinilai mendapat perlakuan khusus dari panitia panwaslu Gowa.

Dari informan Tribungowa.com yang dapat dipercaya, perlakuan istimewa itu terjadi saat tes wawancara pada Selasa (3/10/2017) kemarin di Balai Diklat Pemkab Gowa.

"Dia tetap diikutkan wawancara padahal datang terlambat setelah selesai waktunya pukul 13.00 wita. Baru dia datang sudah giliran kecamatan lain tes wawancara, pukul 15.00 wita. Katanya karena kesibukannya mengajar. Kan dia (FA) itu guru PNS di sekolah dasar di Bajeng Barat. Banyak ji orang lihat itu," katanya kepada Tribungowa.com, Jumat (6/10).

Sementara Komisioner Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Panwaslu Gowa, Yusnaeni, menjelaskan jika yang bersangkutan memang datang terlambat.

"Memang benar, tapi kemarin statusnya tidak di wawancarai tetapi sifatnya hanya konfirmasi kenapa terlambat,"katanya.

"Dia (FA) tidak dapat ijin dari atasannya sehingga datang melapor ke panwas dan beliau masih berusaha dapat ijin itulah sebabnya datang terlambat karena menghadap dulu sama atasannya," jelasnya.

Yusnaeni menambahkan kalau tes wawancara tetap diminta konfirmasi karena bisa jadi alasannya beda-beda tiap peserta.

"Beda dengan tes tertulis, kalau tes tertulis itu soalnya sama dan serentak jadi kalau ada telat sedikit saja maka kita tidak bisa tolerir,"jelasnya.

Ia juga mengatakan jika sesuai aturan sebenarnya peserta tidak boleh terlambat. Karena berefek terhadap peserta lain tetapi yang bersangkutan tetap dikonfirmasi penyebab keterlambatan dengan pertimbangan mungkin saja ada alasan khusus yang memang bisa diterima.

"Tapi tetap jadi penilaian bagi kami karena bisa jadi ada alasan khusus jadi kita tetap panggil apa sebabnya. Kalau terkait apakah dia didiskualifikasi yang ini belum bisa saya jawab karena menyangkut kelulusan, nanti melalui pleno baru di putuskan," tambahnya.

Eni pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberi masukan dan kritikan serta mengawal proses rekrutmen panwascam.

"Kami hanya berharap support dan dukunganya semoga panwascam yang telah lulus merupakan orang-orang terbaik untuk kemajuan demokrasi di Gowa,"kata Eni.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help