TribunTimur/

Satu Lagi Balita di Sinjai Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sang bayi tersebut terpaksa dibawa ke RSUD Sinjai karena tidak bisa makan melalui mulut. Sehingga oleh pihak medis di RSUD Sinjai memberi infus.

Satu Lagi Balita di Sinjai Butuh Uluran Tangan Dermawan
HANDOVER
Nurliana menggendong bayinya di RSUD Sinjai 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI- Satu lagi warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang tengah membutuhkan bantuan dari dermawan.

Putri pasangan  Jusman-Nurliana ini sedang menjalani perawatan medis di ruangan Perinatologi RSUD Sinjai.

Sang bayi tersebut terpaksa dibawa ke RSUD Sinjai karena tidak bisa makan melalui mulut. Sehingga oleh pihak medis di RSUD Sinjai memberi infus.

Jika cairan infus ini dilepas maka bayi dari Jusman-Nurliana tidak dapat memasukkan makanan di dalam perutnya. Penyebabnya karena bayi tersebut sedang mengalami penyakit Atresia Asofagus.

Atau sedang terjadi kondisi tidak berkembangnya esofagus pada janin, sehingga makanan tidak bisa dilewatkan dari mulut ke perut.

"Bayi ini hidup hanya bergantung pada infus karena makanan tidak bisa dilewatkan ke perut. Jadi kalau dicabut infus maka bayi itu tidak bisa makan lagi," kata Darmawati keluarga dari bayi tersebut kepada TribunSinjai.com, Kamis (5/10/2017).

Informasi yang diperoleh dari pihak RSUD Sinjai bayi tersebut akan dirujuk ke RSU yang ada di Makassar.

Hanya saja orang dari bayi tersebut menolak untuk dirujuk karena sedang keterbatasan biaya untuk merawat anaknya di RSU di Makassar nantinya.

Dia berharap agar masalah yang dialaminya dapat dibantu oleh warga. Sebab keluarga tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.

Jusman-Nurliana saat ini hanya sebagai buruh di TPI Lappa, Kecamatan Sinjai Selatan. Sejak pasca menikah lalu mereka hanya tinggal di sebuah rumah kontrakan di daerah kawasan Lappa Sinjai.

Mereka dan bayi pertamanya terdaftar sebagai pengguna kartu BPJS Mandiri karena selama ini tak masuk sebagai pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.

Karena biaya hidupnya tak cukup, maka BPJS Mandirinya pun baru sekali dilunasi. Melihat kondisi tersebut para medis di RSUD Sinjai membantu Jusman-Nuliana membayar tunggakan kartu BPJSnya.

Kemarin seorang bocah bernama Muh Fahril juga mendapat perhatian publik di Sinjai. Bocah tersebut berasal dari Jl Samratulangi Sinjai Utara. Dia mengalami pembengkakan perut sehingga harus ditangani medis. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help