TribunTimur/

Liga 1

Nilmaizar Tinggalkan SP, Berawal dari Ruang Tunggu Bandara Hasanuddin. Setelah Digasak PSM 4-0!

Saat Semen Padang masih berjuang di putaran pertama pun, sudah ada rencana dari manajemen untuk memecat ayah dua anak itu

Nilmaizar Tinggalkan SP, Berawal dari Ruang Tunggu Bandara Hasanuddin. Setelah Digasak PSM 4-0!
HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLA/JUARA.NET
Nilmaizar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Manajer Semen Padang (SP), Win Benardinho, menegaskan lahirnya “kesepakatan” agar pelatih Nilmaizar tidak lagi menangani Semen Padang, berawal dari Bandara Hasanuddin Makassar, ketika tengah menunggu jadwal penerbangan ke Jakarta, Selasa (2/10/2017).

Saat itu, tim Semen Padang baru saja melakoni pertandingan di kandang PSM Makassar. Semen Padang kalah telak 0-4.

Menurut Win, dari diskusi di ruang tunggu bandara tersebut, lahirlah keputusan bersama.

Sosok pelatih modis asal Payakumbuh ini sepakat berhenti dari tugasnya sebagai pelatih tim berjuluk Kabau Sirah.

Tentu keputusan tak datang tiba-tiba, tetapi menyusul kekalahan demi kekalahan yang dialami Semen Padang pada putaran kedua Liga 1.

Saat Semen Padang masih berjuang di putaran pertama pun, sudah ada rencana dari manajemen untuk memecat ayah dua anak itu.

Alasannya waktu itu Semen Padang sulit menang di kandang lawan, tren yang terus terjadi sampai pekan ke-27.

Namun, kekalahan telak 0-4 dari PSM dijadikan alasan pas, selain banyaknya masukan dari berbagai pihak agar manajemen memecat Nilmaizar.

Performa tim tak kunjung mengalami perubahan, bahkan cenderung semakin turun.

Namun, solusi manajemen juga penuh risiko. Pertama, karena caretaker yang menggantikan Nil, Delviadri, belum memiliki lisensi A AFC sebagai syarat minimal. Begitu juga penasehat teknis Suhatman Imam.

Tetapi, untuk mencari pelatih yang sesuai, juga tak mungkin. Pelatih mana yang mau mengambil bengkalai sisa putaran kedua Liga 1 dalam kondisi saat ini.

Delvi bersama asisten lainnya serta dukungan dari Suhatman, akan menjalankan tugas menukangi Semen Padang sampai Liga 1 selesai. (*)

Editor: Insan Ikhlas Djalil
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help