TribunTimur/

Gemilang 348 Tahun Sulsel

Ketua Amphuri Sulawesi: Selama SYL-AAN Memimpin, Antusias Ibadah Warga Sulsel Sangat Tinggi

Selain itu, perizinan usaha terkait perjalanan dan layanan ibadah haji dan umrah dipermudah.

Ketua Amphuri Sulawesi: Selama SYL-AAN Memimpin, Antusias Ibadah Warga Sulsel Sangat Tinggi
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA
Ketua Amphuri Sulawesi, Azhar Gazali 

Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Ketua Asosiasi Muslim Pengusaha Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) DPD Sulawesi M Azhar Gazali menilai kinerja Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) beserta Wakilnya Agus Arifin Nu'mang (AAN) selama 10 tahun kepemimpinannya berjalan baik.

"Alhamdulillah pak Syahrul dan pak Agus sangat mendukung asosiasi haji dan umrah terutama pak Agus. Selain sebagai Wagub, beliau jg ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel," ujar Azhar.

Menurutnya, Agus yang menjabat sebagai Ketua IPHI Sulsel rutin berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sebagai stakeholder umrah haji.

Misalnya koordinasi dengan PT Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan maskapai penerbangan diberi ruang cukup bagus.

Selain itu, perizinan usaha terkait perjalanan dan layanan ibadah haji dan umrah dipermudah.

"Demikian pula dengan hal-hal lain terkait peningkatan ekonomi masyarakat yang berdampak pada kesempatan melaksanakan ibadah oleh masyarakat juga meningkat setiap tahunnya," ujar Direktur Utama Aliyah Perdana Wisata ini.

Azhar menambahkan, beberapa kali pihak asosiasi haji dan umrah melaksanakan pertemuan-pertemuan dan dialog publik yang rekomendasinya diberikan pada pemerintah.

Rekomendasi ini diberikan kepada pemerintah untuk dilaksanakan terkait dengan peningkatan pelayanan umrah dan haji di Sulawesi Selatan. Hasilnya pun dinilai sangat memuaskan.

Ia menyarankan, hal yang perlu ditingkatkan khususnya oleh pihak Kementerian Agama bersama pemerintah adalah pengawasan terhadap pelaku industri umrah yang tidak mengikuti aturan main. Diantaranya menawarkan harga tidak rasional dan memberangkatkan jamaah dengan sistem tunggu 1-2 tahun.

"Apalagi sampai tidak memberangkatkan jemaah padalah dana sudah diterima oleh oknum travel tersebut. Ini yang perlu ditingkatkan pengawasannya," pungkas Azhar. (nur)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help