Pengembang Indonesia Dukung Program BPJS TK, DP Hanya 1 Persen, Ini Syaratnya

Menyiapkan rumah serta menawarkannya secara masif kepada kalangan pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS TK.

Pengembang Indonesia Dukung Program BPJS TK, DP Hanya 1 Persen, Ini Syaratnya
HANDOVER
Ketua DPD PI Sulseln Yasser Latief memberi sambupatan pada forum Sosialisasi Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan, di Hotel Four Points by Sheraton Jl Landak Baru Makassar, Selasa (3/10/2017).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pengembang Indonesia (PI) Sulsel mendukung pembiayaan perumahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK).

Ketua DPD PI Sulsel Yasser Latief di sela Sosialisasi Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan, di Hotel Four Points by Sheraton Jl Landak Baru Makassar, Selasa (3/10/2017) menuturkan PI siap men-support program ini, dengan menyiapkan rumah serta menawarkannya secara masif kepada kalangan pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS TK.

"Hadirnya program ini dapat membantu pemerintah mengurangi backlog perumahan terutama untuk pekerja. Serta mencapai target satu juta rumah yang dicanangkan pusat," ujar Yasser dalam rilisnya.

Program yang sedianya sudah bergulir sejak awal tahun ini dikerjasamakan antara BPJS Ketenagakerjaan, BTN, dan para pengembang.

Terdiri dari empat jenis manfaat, yakni pinjaman uang muka perumahan (PUMP), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit konstruksi (KK), dan pinjaman renovasi perumahan (PRP).

Untuk KPR, KPR subsidi diberikan untuk rumah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah dengan maksimal pembiayaan KPR plus Pinjaman Uang Muka (PUM) sampai 99 persen dan suku bunga sesuai ketentuan pemerintah 5 persen. Sedangan untuk KPR non-subsidi suku bunga ditetapkan 7 persen.

"Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin membeli rumah cukup membayar uang muka sebesar satu persen dari harga rumah," jelasnya.

Sementara itu kepada pengembang diberikan kredit konstruksi dengan bunga yang lebih rendah dari kredit konstruksi di bank umum.

Sasaran manfaat layanan tambahan perumahan ini terbagi ke dalam dua segmen, yakni segmen rumah pekerja dengan penghasilan Rp 5,7 juta hingga Rp 10 juta dan segmen FLPP dengan gaji kurang dari Rp 5,7 juta.

Pada acara tersebut, selain DPD PI Sulsel juga hadir perwakilan asosiasi pengembang lain seperti REI dan Apersi Sulsel. Hadir pula Kepala Kanwil BTN Sulsel Ahmad Chairul, Kepala BTN Makassar Fauziah Yusri, dan Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Umardin Lubis.

Persyaratan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memiliki rumah DP 1 Persen
1. Telah terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan minimal selama 1 tahun.
2. Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran serta tidak berstatus Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.
3. Belum memiliki rumah sendiri.
4. Untuk renovasi rumah, dana dipergunakan hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri.
5. Peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help