TribunTimur/

Direskrimum Polda Sulbar Amankan Terduga Pelaku Penipuan, Begini Modusnya

Dia mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Polda Sulbar, usai pertemuan dihotel Srikandi Mamuju

Direskrimum Polda Sulbar Amankan Terduga Pelaku Penipuan, Begini Modusnya
ist
ilustrasi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Sulbar, mengamankan terduga pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sebanyak Rp 750 Juta, Selasa (3/10/2017).

Pelaku berinisial IRR diamankan berdasarkan laporan polisi bernomor LP/63/VII/2017/SPKT/Sulbar, pada tanggal 7 Juli 2017, dengan korban bernama bernama Harfiana.

IRR dilaporkan oleh Hasbullah, yang merupakan kerabat korban, karena merasa sudah sangat ditipu oleh perbuatan IRR yang mengambil uang korban dengan modus akan memberikan proyek dengan menjual nama Sekertaris Daerah Sulbar.

Dirkrimum Polda Sulbar Kombes Pol Hery Wiyanto, menjelaskan peristiwa tersebut berawal pada bulan Maret, tepat pada tanggal 6 Meret 2017 lalu. Salah seorang yang berinisial MH mempertemukan pelapor Hasbullah dengan salah seorang panitia pengadaan, di ULP Pemprov Sulbar bernama Hartono.

"Mereka bertemu di Hotel Srikandi Mamuju, kemudian Hartono menjelaskan bahwa, salah seorang bernama Muhlis memang diperintahkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi untuk mencari kontraktor, dan pada saat itu juga MH memperlihatkan DPA kepada Hasbullah," kata Kombes Hery Wiyanto.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Polda Sulbar, usai pertemuan dihotel Srikandi Mamuju, pertemuan tersebut dilanjutkan di Makassar, atas perintah MH. Setiba di Makassar, Hasbullah mengaku langsung menyodorkan perjanjian dan kuitansi senilai 200 juta rupiah kepada Muhlis.

"Usai uang itu diterima, Muhlis mengantarkan perjanjian dan kuitansi itu kepada Hartono, namun kemudian mereka bertemu kembali dengan alasan Hartono ingin mengambil uang tetapi tidak mau menandatangni kuitansi dan surat perjanjian yang dimaksud, karena alasan yang berhak menandatangi adalah IRR," jelasnya.

Setelah pertemuan tersebut, Muhlis meminta Hasbullah untuk mentransfer uang sebanyak 10 juta kepada IRR untuk dijadikan uang transport menuju Makassar.

"Setelah IRR bertemu dengan Hasbullah di Hotel Pesona Makassar. IRR langsung menjnjikan kepada Hasbullah sebanyak tiga Paket proyek, antara lain pembangunan rabat beton Jl. Poros Polewali Matangnga senilai 24 Miliar, Kemudian Pembangunan Jl. Rintisan pada dua lokasi yang berbeda dengan nilai keselurhan 12,3 Miliar, yang anggarannya bersumber dari dana APBD Sulbar Tahun 2017," ungkapnya.

Untuk meyakinkan Hasbullah, Lanjut perwira Polisi berpangkat tiga bungan itu, IRR mempertemukan panitia pengadaan pada tanggal 12 maret 2017 di Hotel Pesona Makassar. Namun yang dia pertemukan adalah bukan dari panitia pengadaan alias orang Palsu yang berinisial AH.

"Karena yakin dengan penjelasan dengan orang yang dia temui, korban akhirnya menerima serta memenuhi permintaan IRR dengan memberikan uang sebanyak 750 Juta Rupiah, sedangkan 100 juta diantaranya diterima oleh Muhlis dan 650 juta rupiah diterima oleh IRR," jelasnya lagi.

Ia mengatakan, korban baru mengetahui bahwa iya ditipu setelah mengetahui proyek yang dijanjikan sudah dalam kontrak perjanjian dengan orang lain.

Atas perbuatannya, tersangka IRR dijerat dengan Pasal 378 Sub 372 Jo 55 (1) ke 1 KUHP.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help