Putri Jenderal AH Nasution Tak Setuju Ide Jokowi Soal Film G30S/PKI, Kok Bisa?

Hendrianti Saharah Nasution, putri sulung Jenderal AH Nasution menanggapi usulan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) soal adanya film Gerakan 30 September

Putri Jenderal AH Nasution Tak Setuju Ide Jokowi Soal Film G30S/PKI, Kok Bisa?
DARUL
Ribuan warga Makassar nonton bareng (Nobar) film G30S/PKI di Kodam XIV Hasanuddin, Jl Urip Sumoharjo, kota Makassar, Sabtu (23/9/2017) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sudahkan Anda nonton film G30/S/PKI?

Jika belum, tunggu ada sineas yang membuat versi baru film ini sebagaimana usul Presiden RI Joko Widodo.

Baca: Pengumuman CPNS 2017 – 9 Instansi Sudah Umumkan Pelamar Lolos Berkas, Cek Sekarang!

Tapi tidak semua setuju dengan usul Presiden membuat film versi baru pemberontakan PK ini.

Hendrianti Saharah Nasution, putri sulung Jenderal AH Nasution menanggapi usulan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) soal adanya film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) versi kekinian.

Yanti, panggilan akrabnya, tak setuju dengan usul Jokowi tersebut.

Baca: Pengumuman CPNS 2017 –Instansi Ini Terima Lulusan SMA, Cek Nama-nama Lulus Berkasnya!

"Kalau saya secara pribadi tidak setuju karena saya sudah tahu bagaimana film ini dibuat. Kalau ada kontroversi harus ada orang yang melihat di mana kontroversi itu. Tapi kita lihat kejadian itu adalah yang sebenarnya," kata Yanti ditemui kompas.com di Museum Jenderal AH Nasution, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).

Hendrianti Saharah Nasution
Hendrianti Saharah Nasution (tribunnews.com)

Yanti mengatakan hingga saat ini ia belum dimintai masukan soal adanya film baru.

Ia hanya meminta tolong agar pembuatan film versi anyar itu dipertimbangkan. Sebab film itu sudah menampilkan peristiwa asli, hanya sedikit yang direkayasa.

Halaman
12
Editor: Mansur AM
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved