Di Indonesia, Karyawan Pria Perusahaan Ini Juga Dapat Jatah 'Cuti Melahirkan' Hingga 2 Bulan

perusahaan ini terus memperkuat komitmennya terhadap karyawan yang memungkinkan para orangtua baru meluangkan waktu berkualitas lebih dengan anak-anak

Di Indonesia, Karyawan Pria Perusahaan Ini Juga Dapat Jatah 'Cuti Melahirkan' Hingga 2 Bulan
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM-Kehadiran anak merupakan momen bahagia bagi pasangan suami istri. Di awal-awal kehadiran mereka, orangtua tentu mengharapkan bisa memiliki waktu berkualitas bersama anak-anak mereka, termasuk bagi para pekerja.

Untuk karyawan perempuan, mereka punya kesempatan yang lebih besar karena memiliki hak cuti melahirkan. 

Mengutip dari Undang-Undang Ketenagakerjaan, dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat (cuti) selama 1,5 bulan – atau kurang lebih 45 hari kalender - sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.

Ketika cuti hamil, karyawan juga mendapat hak upah penuh atau berupah/ditanggung selama menjalani cuti hamil dan cutimelahirkan tersebut.

Sementara bagi kaum pria yang berstatus suami, hanya memiliki cuti dua hari untuk mendampingi istri saat kelahiran anak.

Namun, salah satu perusahaan di Indonesia, yakni Johnson & Johnson memiliki kebijakan baru soal hal ini. Tak hanya bagi karyawan perempuan, pihaknya mulai memberikan hak cuti melahirkan bagi pekerja laki-laki. 

Semua pegawai yang memenuhi syarat – ibu dan ayah di perusahaan ini, termasuk orangtua angkat berhak mengambil cuti (parental leave) minimal delapan minggu selama periode tahun pertama – dan gaji tetap diberikan selama periode cuti tersebut.

"Seluruh pegawai berhak memeroleh cuti melahirkan bagi ayah selama 2 bulan dan cuti melahirkan selama 3,5 bulan bagi para ibu, dan tetap digaji penuh oleh perusahaan selama periode cuti tersebut,"kata Executive Vice President & Chief Human Resource Officer, Johnson & Johnson Peter Fasolo dikutip dalam siaran persnya.

Tidak hanya bagi orangtua kandung, kebijakan ini juga berlaku bagi orangtua yang mengadopsi anak. Tujuannya adalah untuk membentuk ikatan dengan bayi yang baru dilahirkan atau yang baru diadopsi.

Menurutnya, perusahaan terus memperkuat komitmennya terhadap karyawan yang memungkinkan para orangtua baru meluangkan waktu berkualitas lebih dengan anak-anak. 

"Kami percaya keluarga adalah yang utama. Menyusul keberhasilan penerapan program cuti tambahan bagi para orang tua yang bekerja di perusahaan kami di Amerika Serikat pada tahun 2015 lalu, kini dengan bangga kami umumkan bahwa kebijakan untuk cuti melahirkan bagi para orang tua tersebut juga secara konsisten diberlakukan di seluruh dunia pada tahun ini,"jelasnya.

Dengan adanya kebijakan tersebut Johnson & Johnson juga ingin meningkatkan reputasinya sebagai salah satu perusahaan yang paling ‘ramah keluarga’.

Sementara itu,  Presiden Direktur dari PT Johnson & Johnson Indonesia, Lakish Hatalkar mendukung integrasi dan keseimbangan antara kerja dan kehidupan sangatlah penting bagi Johnson & Johnson dan masa depannya sebagai perusahaan. 

Dengan menambah manfaat ‘cuti melahirkan’ bagi para ayah, ibu dan orangtua angkat, perusahaan juga memperkuat komitmennya terhadap keragaman, inklusi, dan dukungan untuk keluarga modern karena setiap keluarga istimewa.

"Cuti melahirkan bagi ibu dan ayah benar-benar memungkinkan kami menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai kami dalam menempatkan sumberdaya manusia sebagai prioritas, serta membantu para karyawan untuk menjalani hidup dengan baik sepanjang hidup mereka. Kami sangat memahami sekaligus mendukung karyawan kami jauh melebihi pekerjaan dan aspek lain dalam kehidupan mereka,” tambah Lakish.(*)

Penulis: Anita Kusuma Wardana
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved