TribunTimur/

Pilgub Sulsel 2018

PDIP Dukung Nurdin Abdullah, Siapa yang Fiks Dampingi NA di Pilgub Sulsel?

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang moncong putih tersebut sebelumnya memastikan surat tugas kepada Prof Nurdin.

PDIP Dukung Nurdin Abdullah, Siapa yang Fiks Dampingi NA di Pilgub Sulsel?
HANDOVER
Bakal Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, bersama PDIP Sulsel 

TRIBUN-TIMUR, MAKASSAR - Makassar, Tribun - Bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), M Nurdin Abdullah (NA) berterima kasih dan mengapresiasi keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang memberikan dukungannya.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang moncong putih tersebut sebelumnya memastikan surat tugas kepada Prof Nurdin.

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi sikap PDIP yang memberi dukungan pada Prof Nurdin Abdullah. Tentu dukungan PDIP terhadap Prof Nurdin telah dipertimbangkan secara matang dan sudah sesuai dengan mekanisme internal terkait rekrutmen politik yang berlaku di PDIP,” kata Ketua Tim Media NA, Bunyamin Arsyad, dalam rilis ke Tribun Timur, Jumat (29/09/2017).

Sebelumnya, surat tugas DPP PDIP ke NA diamini Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri. Sama dengan surat tugas yang sudah diterbitkan DPP sebelumnya, setiap kandidat diminta untuk mencari dukungan koalisi parpol untuk memenuhi syarat di pemilihan kepala daerah (pilkada). Untuk Pilgub Sulsel, totalnya 17 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Selain itu, menentukan calon wakilnya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Tenggat waktunya sekitar 14 hari setelah terbitnya surat tugas dari DPP.

Om Ben, sapaan Bunyamin, menambahkan, surat tugas dari PDIP yang memberikan mandat kepada Prof Nurdin untuk segera menambah dukungan partai tidak lain bertujuan agar Bupati Bantaeng tersebut bisa memenuhi syarat maju sebagai Calon Gubernur Sulsel.

Selain itu, dimanfaatkan juga segera menetapkan calon wakil gubernur berpasangan dengan Prof Nurdin. Namun secara umum, bisa dipastikan PDIP telah bulat memberikan dukungan pada Prof Nurdin.

“Surat tugas ini merupakan cara untuk merapikan dan melengkapi berbagai persyaratan guna maju sebagai kontestasi dalam Pilkada. Jadi, keberadaan surat tugas yang dikeluarkan PDIP untuk Prof Nurdin adalah hal yang lumrah sesuai mekanisme internal PDIP,” ujarnya. Sebelumnya, NA sudah menggaet mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Tanribali Lamo.

Tapi belakangan, duet ini belum ‘harga mati’ dan masih cair. Belakangan sejumlah nama dikabarkan bakal berduet dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Apkasi ini.

Mereka Andi Idris Manggabarani (Ketua Gerindra Sulsel), adik Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan lainnya. Sebelum PDIP yang memiliki lima kursi, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) mengabarkan pengalihan dukungan partai berlambang matahari terbit tersebut dari Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) ke NA.

Meski belakangan status dukungan PAN masih ‘bersengketa’ dan dipersoalkan DPW PAN Sulsel. PAN memiliki tujuh kursi di DPRD Sulsel. Artinya, Prof Nurdin mengantongi 12 kursi.  Menyisakan lima kursi lagi untuk memenuhi syarat kandidat usungan parpol atau koalisi parpol di Pilgub Sulsel 2018. Kabarnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengatrol enam kursi di DPRD Sulsel akan menggenapkan dukungan itu ke NA.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help