Kepala SDN 201 Pinrang Pukul Siswa, Kadis Pendidikan Sebut Bukan Penganiayaan

Tokoh Pemuda Kabupaten Pinrang, Syamsul menilai pernyataan Andi Rudy Hamid keliru.

Kepala SDN 201 Pinrang Pukul Siswa, Kadis Pendidikan Sebut Bukan Penganiayaan
HERY SYAHRULLAH
Jajaran Dinas Pendidikan Pinrang di Mapolsek Suppa, Pinrang. 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, SUPPA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pinrang menuding pemukulan yang dilakukan Kepala SDN 201 Pinrang terhadap sejumlah pelajar di Kecamatan Suppa, tak termasuk penganiayaan.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang Andi Rudy Hamid, Kamis (28/9/2017).

"Itu bukan sebuah bentuk penganiayaan, tapi pembinaan," tuturnya.

Atas dasar itu, jelas Rudy, pihaknya tak akan memberikan sanksi kepada oknum kepala sekolah tersebut.

"Tak ada sanksi untuk itu, karena bukan penganiayaan," ucapnya.

Tokoh Pemuda Kabupaten Pinrang, Syamsul menilai pernyataan Andi Rudy Hamid keliru.

"Hal itu dikuatkan dengan adanya hasil visum yang menyatakan bahwa terdapat luka pada bagian tubuh korban. Visum itu menjadi acuan dan bukti kuat, bahwa benar telah terjadi penganiayaan,"jelasnya.

Oleh karena itu, Syamsul mengatakan, oknum kepala sekolah yang diduga melakukan pemukulan seyogyakanya mendapat sanski.

"Seharusnya ada sanksi. Jangan dibiarkan begutu saja,"katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 201 Baharuddin enggan berkomentar terkait kasus yang menimpanya.

Sebelumnya diberitakan, empat dari tujuh korban yang diduga menjadi korban kekersan yang dilakukan oleh Kepala SD Negeri 201 Kecamatan Suppa melapor ke Mapolres Pinrang.

Pemukulan itu berawal saat sejumlah pelajar dituduh mencuri. Selain itu, pemukulan juga dipicu saat pelajar bermain bola dan diduga telah memecahkan lampu yang ada di teras sekolah tersebut. Oknum Kepala Sekolah itupun naik pitam dan menghajar sejumlah siswa.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help