TribunTimur/

Tarian Perang Khas Mamasa Awali Upacara Peringatan HUT ke-13 Sulbar

Tarian Bululondong merupakan tarian adat dari Kabupaten Mamasa, Sulbar.

Tarian Perang Khas Mamasa Awali Upacara Peringatan HUT ke-13 Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
arian Bululondong, ditampilkan di upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Sulbar, di Lapangan Upacara Rujab Gubernur Sulbar, Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, Jumat (22/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com,Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Tarian Bululondong ditampilkan di upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Sulbar, di lapangan Rujab gubernur, Jl Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, Jumat (22/9/2017).

Tarian Bululondong merupakan tarian adat dari Kabupaten Mamasa, Sulbar.

Kepada Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa Arvin Ital Putra mengatakan, tarian tersebut juga disebut sebagai Rambu Tuka yang berlatar belakang nasar yang disebut sebagai Samaya.

Tarian itu awalnya dilakukan oleh masyarakat Mamasa di zaman dahulu, sebagai upacara syukuran pelepasan nasar bagi kaum pria karena menang dalam perang fisik secara berkelompok.

Baca: VIDEO: PMII Mamuju Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Sulbar

"Tarian ini merupakan tarian perang dari Kabupaten Mamasa, dia menggambarkan cerita heroisme perjuangan para kaum lelaki, setelah kembali berjuang dari medan perang," kata Arvin kepada TribunSulbar.com.

Para penari mengenakan baju perang yang terbuat dari kulit kayu berlapis tulang-tulang hewan.

"Tarian ini awalnya muncul sejak perjuangan masyarakat Mamasa melawan kolonial Belanda," tutur Arvin.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help