TribunTimur/
Home »

Lutim

ACC Minta Kasus Dugaan Korupsi di Luwu Timur Ini Diambil Alih Kejati

Kejari Luwu Timur juga sudah menurunkan tim ahli independen Unhas Makassar, hasilnya ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek tersebut.

ACC Minta Kasus Dugaan Korupsi di Luwu Timur Ini Diambil Alih Kejati
net
ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Anti Corruption Commite (ACC) Sulawesi meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mengambil alih kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Lampu Jalan Umum (PLJU) Luwu Timur tahun 2014.

Itu disampaikan Wakil Direktur ACC Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun dalam rilisnya ke wartawan, Kamis (21/9/2017).

Proyek menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 6,1 milliar.

Kasusnya dinilai mandek ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur.

Proyek PLJU ini dikerjakan oleh PT Guna Swastika Dinamika dengan volume 150 titik lampu jalan, terbagi di Kecamatan Malili dan Wotu.

Baca: Segini JUmlah Warga Miskin di Luwu Timur, Katanya Terendah di Luwu Raya

Kejari Luwu Timur juga sudah menurunkan tim ahli independen Unhas Makassar, hasilnya ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek tersebut.

"Baru-baru ini telah terjadi pergantian pejabat di lingkup Kejari Luwu Timur yakni Pidsus dan Kajari sehingga jangan sampai kasus dugaan korupsi proyek PLJU ini hilang bersamaan dengan pergantian pejabat baru," kata Abdul Kadir.

Status kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan dan diyakini penyidik sebelumnya telah mengantongi bukti yang sangat cukup.

"Jaksa sudah mengantongi bukti-bukti yang akurat sehingga kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan," tutur Abdul Kadir.

Sebelumnya, ACC berharap kasus itu cepat ditindaklanjuti setelah pergantian pejabat (Pidsus).

Baca: Ketika Para Tersangka Kasus Korupsi Beralasan Sakit, Apakah Mereka Benar-benar Sakit? Ini Jawabannya

"Namun sebaliknya terlihat didiamkan saja. Ada apa?," ucap Abdul Kadir.

Menurut Kadir, jika kasus ini sudah dihentikan (SP3) sebaiknya dibuka ke publik.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help