Beroperasi Lagi, Tambang Milik Anggota DPRD Maros Hanya Disegel Sehari

Menurutnya, tidak ada masalah dalam proses verifikasi izin tambang tersebut. Hanya saja, pihak perusahaan lambat memperlihatkan izin

Beroperasi Lagi, Tambang Milik Anggota DPRD Maros Hanya Disegel Sehari
ANSAR
Petugas gabungan Satpol PP, Polres dan Kodim 1422 Maros, mendatangi tambang galian C yang diduga milik oknum anggota dewan Maros, Salman di Dusun Kassi-kassi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Tambang galian C milik oknum legislator Maros, Salman di Dusun Kassi-kassi, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili, kembali beroperasi padahal sudah disegel oleh petugas gabungan Satpol PP, Polres dan Kodim.

Kepala Satpol PP Maros, Husair Tompo mengatakan, pemilik tambang yang telah segel sudah memberikan klarifikasi, termasuk menunjukkan semua dokumen perizinan perusahaan tambangnya.

"Kami sudah melihat dan memeriksa izin-izinnya dan kami nyatakan tidak ada masalah lagi. Kami sudah melakukan verifikasi berkas izin," kata Husair, Rabu (20/9/2017).

Menurutnya, tidak ada masalah dalam proses verifikasi izin tambang tersebut. Hanya saja, pihak perusahaan lambat memperlihatkan izin, sehingga Selasa (19/9/2017) kemarin, petugas melakukan penutupan sementara.

"Kami juga sudah verifikasi di lapangan dan memang tidak ada bermasalah. Tambangnya sudah mulai dibuka dan beroperasi hari ini," katanya.

Kemarin, Kepala Satpol PP Maros, Husair Tompo mengatakan, operasi gabungan tersebut dilakukan untuk menertibkan tambang liar yang tidak memiliki dokumen perizinan dari Dinas Pertambangan Provinsi.

Berdasarkan laporan, tambang yang berada di Dusun Kassi-kassi, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili ini tidak memiliki izin. Setelah menerima laporan, petugas langsun turun.

"Waktu kami beroperasi, beberapa pemilik tambang tidak bisa memperlihatkan dokumen perizinannya. Makanya aktivitas tambang dihentikan. Salah satu tambang milik oknum DPRD," katanya.

Husair menjelaskan, saat operasi ada lima lokasi tambang di tempat yang berbeda yang datangi. Namun tambang tersebut sudah kosong.

Husair memastikan, tidak adanya aktivitas dan sepimya tambang tersebut, karena adanya oknum membocorkan rencana razia petugas gabungan

Meski begitu, ada juga tambang yang kedapatan masih beroperasi padahal tidak berizin dari Dinas Pertambangan.

"Yang tidak ada izinnya, kami tutup. Beberapa berkas dan kunci mobil kami sita supaya pemiliknya bisa datang ke kantor untuk mengklarifikasi," katanya.

Pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik tambang tidak bisa lagi ditolerir. Meski oknum anggota dewan yang terlibat, namun hal tersebut tetap akan diproses.

"Kami tidak memandang siapa pemiliknya. Meski pemiliknya memiliki jabatan, tetap akan ditindak. Siapapun yang bersalah kita tidak pandang bulu," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help