TribunTimur/

Sejak 2015, Okupansi Hotel di Makassar Terus Menurun, Ini Penyebabnya

Anggiat menegaskan bahwa hunian hotel sangat tergantung dengan tingkat pertumbuhan ekonomi setempat

Sejak 2015, Okupansi Hotel di Makassar Terus Menurun, Ini Penyebabnya
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga memberi materi pada diskusi media bareng Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel bertajuk prospek industri pariwisata Sulsel di Hotel Trisula Jl Bolevard Makassar, Selasa (15/8/2017). Anggiat menilai ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan potensi pariwisata di Sulsel. Yakni, diverifikasi, revitalisasi objek wisata, Investasi, perbanyak event-event pariwisata, dan pembentukan tim khusus Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --General Manager (GM) Grand Clarion Hotel Makassar Anggiat Sinaga mengungkapkan tren hunian atau okupansi hotel relative terus mengalami penurunan sejak tahun 2015.

Hal tersebut menurut Anggiat karena kondisi ekonomi masyarakat yang lagi lemah selain itu disebabkan juga oleh kebijakan pemerintah pada tahun 2015 tentang larangan PNS berkegiatan di hotel hingga pemotongan anggaran.

"Sebenarnya ini bermula sejak kebijakan larangan PNS berkegiatan di hotel tahun 2015, lalu tahun 2016 tidak ada pelarangan tapi pemotongan anggaran kegiatan artinya sama cuman lebih halus," ungkap Anggiat yang juga CEO Phinisi Hospitality, Selasa (19/7/2017).

"Hunian hotel tahun 2014 masih bisa antara 65-70 persen tapi sejak larangan PNS diawal 2015 hunian-hunian teruus terkoreksi hingga 10 persen, rata-rata hunian saat ini antara 55-60 persen dan itupun harga jual kamar tidak berbanding lurus dengan nilai investasi," lanjut Anggiat memberikan keterangan.

Anggiat menegaskan bahwa hunian hotel sangat tergantung dengan tingkat pertumbuhan ekonomi setempat, jika pertumbuhan ekomoni menurun maka hunianpun akan menurun, apalagi hotel-hotel di Makassar masih sangat tergantung oleh kegiatan-kegiatan pemerintahan.

Semetara kegiatan-kegiatan pemerintahan terus menurun seiring dilakukannya pemotongan anggaran. Ketua PHRI Sulsel itupun berharap event kepariwisataan seperti F8 mampu menstimulis hunian terdongkrak.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help