TribunTimur/

Protes Jalan Rusak, Tanam Pisang Sudah Mainstream, Warga Sinjai Borong 'Tanam' Rumah di Tengah Jalan

Protes Jalan Rusak, Tanam Pohon Pisang Sudah Mainstream, Warga Manynyaha Sinjai Borong Bangun Rumah di Tengah Jalan

Protes Jalan Rusak, Tanam Pisang Sudah Mainstream, Warga Sinjai Borong 'Tanam' Rumah di Tengah Jalan
Samsul Bahri/Tribun Timur
Warga di Lingkungan Manynyaha, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Sulawesi Selatan tampak bersemangat menanam pohon pisang di jalan poros kelurahan pasir putih, Sabtu (19/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI- Warga Manyanyaha dan Paropo, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulwesi Selatan tampaknya mulai bosan menaman pohon pisang di tengah badan jalan.

Warga pun memilih mengangkat bangunan rumah kecil ke tengah badan jalan setelah pohon pisang mereka yang sebelumnya ditanam kini layu.

Warga Sinjai Borong mengangkat rumah ke tengah jalan sebagai aksi protes jalan di daerah tersebut tak kunjung diperbaiki.
Warga Sinjai Borong mengangkat rumah ke tengah jalan sebagai aksi protes jalan di daerah tersebut tak kunjung diperbaiki. (Syamsul Bahri/Tribun Timur)

Ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena jalan di desa tersebut rusak parah.

" Warga mendirikan rumah-rumah ditengah badan jalan karena aksi tanam pisang di tengah jalan tak direspon Dinas Pekerjaan Umum Sinjai," kata Zulkarnain, warga Sinjai Borong, Minggu (17/9/2017).

Sebelumnya warga di kelurahan tersebut menanam pohon pisang sejauh 1,5 kilometer.

Warga kesal kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan oknum anggota DPRD Sinjai asal Sinjai Borong yang diduga ikut campur tangan pindahkan pekerjaan titik jalan dari yang sebelumnya diusul oleh warga.

Oleh warga di kampung tersebut mengungkap bahwa sebelumnya pihak Pemkab Sinjai bersama Ketua Komisi III DPRD Sinjai Baharuddin menjanji warga akan memperjuangkan warga di jalan itu untuk membangungkan jalan.

Saat musim hujan tiba, jalan warga di kampung tersebut tak bisa dilalui kendaraan sepeda motor atau mobil karena membentuk aliran sungai. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help