TribunTimur/

Tribun Travel

Berenang Bersama Ikan Warna-warni Kodingareng Keke Makassar

Selain menikmati air laut berwarna biru jernih, di pulau ini juga dapat ditempati untuk camping. Di bagian selatan pulau tumbuh beberapa pohon pinus.

Berenang Bersama Ikan Warna-warni Kodingareng Keke Makassar
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Pulau Kodingareng Keke 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pulau Kodingareng Keke merupakan salah satu pulau yang masuk di wilayah kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Pulau tak berpenghuni ini berjarak sekitar 14 km dari kota Makassar dan dapat dijangkau dengan kapal dari Dermaga Kayu Bangkoa atau Pelabuhan Paotere dengan waktu tempuh sekitar 40-60 kilometer.

Harga sewa kapal berada pada kisaran Rp 500 ribu untuk kapal berkapasitas 8-10 orang, namun itu masih bisa dinego dengan pemilik kapal.

Pulau Kodingareng Keke Makassar
Pulau Kodingareng Keke Makassar (SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR)

Kodingareng Keke merupakan pulau kecil yang memiliki keindahan bawah laut.

Tak seperti beberapa pulau berpenghuni lainnya di Kepulauan Sangkarrang, ekosistem laut kodingareng masih cukup terjaga.

Maka tak heran, pulau ini menjadi tujuan utama wisatawan untuk snorkling melihat karang dan ikan berwarna-warni. Kodingareng Keke yang berpasir putih halus dan dihiasi pecahan karang menambah eksotisme pulau ini.

Hampir di sekeliling pulau ini dapat menjadi area snorkling, namun spot yang karangnya paling baik adalah di sebelah timur pulau, samping dermaga. Di titik tersebut, karang masih cukup sehat dan dihuni berbagai jenis ikan.

Namun anda harus berhati-hati, karena area snorkling di pulau ini tidak terlalu luas. Kedalaman laut di sekitar pulau mencapai puluhan meter yang dapat menenggelamkan jika kurang waspada.

Pulau Kodingareng Keke Makassar
Pulau Kodingareng Keke Makassar (SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR)

Selain menikmati air laut berwarna biru jernih, di pulau ini juga dapat ditempati untuk camping. Di bagian selatan pulau tumbuh beberapa pohon pinus. Di bawah pohon itu wisatawan dapat mendirikan tenda jika ingin menginap.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help